Pelaku Ancam Bunuh Siswi SMP Dengan Celurit, Jika tak Mau Layani Pelaku

164

Probolinggo (WartaBromo.com) – Tiga pemerkosa siswi SMP di Kota Probolinggo, akhirnya mengakui perbuatan mereka di depan penyidik. Terungkap fakta, mereka sempat akan menyembelih korban, jika tidak mau melayani nafsu bejatnya.

Hal itu terungkap ketika polisi melakukan pemeriksaan terhadap tiga pemerkosa. Mereka adalah WMM (17), MFK (19) dan SNA (20).

Saat kejadian, pada 30 Mei lalu, masing-masing pelaku ini punya peran berbeda. Mulai dari mendatangi korban dan teman kencannya, sampai mengancam akan membunuh.

DIjelaskan Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Didik Riyanto, insiden itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Ketika itu, Nona X, diajak saksi TP, yang tak lain adalah teman lelaki yang baru dikenalnya lewat media sosial.

Baca Juga :   Operasional Membengkak, Anggaran Pilkades Rp 27,4 Miliar

Keduanya pergi ke sumber mata air Ardi, Sumber Wetan. Si Nona X ini, pergi tanpa pamit pada kedua orang tuanya. Lokasi yang sepi, hanya ada mereka berdua. Dengan kondisi yang minim penerangan pula.

Selanjutnya, pelaku yang masih di bawah umur, yakni WMM, mendatangi kedua insan beda jenis ini. Karena tidak nyaman, Nona X meminta TP untuk mengantar pulang namun dicegah oleh WMM.

Disaat bersamaan rupanya WMM menelepon tersangka lain. Yaitu MFK dan SNA untuk datang ke lokasi kejadian. TP yang ketakutan lalu melarikan diri meninggalkan Nona X.

“Nona X yang ketakutan lalu berusaha lari menjauh namun terjatuh di aspal sehingga ditangkap oleh WMM. Leher korban lalu dikalungi celurit oleh SNA dan diancam untuk diam tidak boleh kabur lagi. Setelah itu, ketiganya bergantian melakukan pemerkosaan,” jelas Didik, Sabtu (8/6/2024).

Baca Juga :   Ini Jadwal Seleksi Kompetensi Dasar CPNS di Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang

Setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku menyuruh Nona X untuk menelepon saksi TP. Agar menjemputnya dan mengancam akan membunuh Nona X bila menceritakan kejadian ini kepada orang lain.

Keesokan harinya, didampingi orang tuanya, korban melaporkan kejadian ini ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Probolinggo Kota.

“Kejadian ini membuat trauma kepada korban namun petugas kami dari Unit PPA terus melakukan pendampingan,” ujar Didik. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.