Tiris (WartaBromo.com) – Banjir bandang yang menerjang tiga desa di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Kamis (11/12/2025), belasan rumah warga terdampak dan menghanyutkan lima jembatan penghubung. Akses utama antarwilayah putus, sementara evakuasi dan penanganan darurat masih berlangsung.
Hujan dengan intensitas tinggi sejak dini hari hingga sore hari memicu meningkatnya debit Sungai Pekalen di kawasan lereng Gunung Argopuro.
Arus air yang membawa material lumpur, batu, dan kayu masuk ke permukiman dan menghantam sejumlah infrastruktur penting di Desa Andungbiru, Telogoargo, dan Tiris.
Dampak paling signifikan terjadi di Desa Andungbiru, tempat lima jembatan yang menghubungkan dusun dan desa di sekitarnya mengalami kerusakan berat. Jembatan Kedaton, salah satu akses utama warga, putus total setelah diterjang arus deras.
Putusnya jembatan membuat lebih dari seribu warga di tiga RT di Dusun Sumberkapung terisolir. Aktivitas harian, termasuk distribusi logistik dan akses pendidikan, terhenti karena tidak ada jalur alternatif.
Di desa yang sama, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda. Rumah milik Mohammad Ali, warga Dusun Kedaton RT 11, rusak berat setelah diterjang air bah yang membawa batu besar dan kayu.
Tiga rumah lain di Dusun Kedaton mengalami kerusakan sedang hingga ringan. Di Dusun Lawang Kedaton, tanah longsor yang dipicu hujan lebat merusak dua rumah warga.
Di Desa Tiris, luapan air sungai menggenangi sedikitnya 13 rumah. Warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga sambil menunggu air surut. Tidak ada laporan korban jiwa, namun sebagian warga mengalami luka ringan akibat tertimpa material banjir.
Lima jembatan yang dilaporkan rusak meliputi Jembatan Kedaton, jembatan penghubung Andungbiru–Tiris, jembatan besi di belakang Balai Desa Andungbiru, jembatan penyeberangan Andungsaru–Tiris, dan jembatan di wilayah Tlogoargo. Kerusakan ini menyebabkan jalur antardesa tidak dapat dilalui kendaraan.
Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, yang meninjau lokasi menyebutkan bahwa banjir bandang dipicu peningkatan debit air dari hulu. Pemerintah daerah berencana meninjau kawasan hulu untuk memastikan tidak ada kerusakan lingkungan yang memperparah kondisi.
“Kami harus memastikan apakah ada aktivitas yang mengganggu ekosistem hulu, seperti penebangan liar atau perubahan alur sungai,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).
BPBD Kabupaten Probolinggo bersama relawan dan perangkat desa masih melakukan pendataan kerusakan serta membuka jalur darurat. Tenda sementara didirikan untuk warga yang rumahnya tidak dapat dihuni.
Agus Subiyanto, warga Dusun Kedaton, banjir terjadi setiap tahun di bulan Desember, seperti 2018 lalu. Ia mengaku bersyukur jembatan di depan rumahnya jebol terbawa air. Jika tidak maka rumahnya dan rumah Ali, bakal tergerus dibawa arus air.
“Trauma, jika 2018 lalu jembatan ini masih kuat mampu menahan material, namun air muter-muter masuk ke rumah warga. Tetapi kali ini, air menggerus sehingga membawa hanyut jembatan tidak,,” katanya.
Hingga Jumat siang, cuaca di wilayah Tiris masih berawan. Petugas mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang berisiko memicu banjir dan longsor. (lay/saw)





















