
Probolinggo (WartaBromo.com) – Keberangkatan calon jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo tetap berjalan sesuai jadwal, meski di tengah meningkatnya tensi konflik di kawasan Timur Tengah.
Sebanyak 1.999 jemaah dijadwalkan mulai berangkat ke Tanah Suci pada 22 April 2026. Hingga saat ini, tidak ada perubahan jadwal dari pemerintah.
Pembimbing ibadah haji dari KBIHU Safara, Mahbub Junaidi, mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memastikan kelancaran proses keberangkatan.
Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan skenario pengalihan rute penerbangan apabila kondisi keamanan tidak memungkinkan melintasi jalur biasa.
“Jika diperlukan, rute penerbangan akan dialihkan melalui jalur Afrika. Waktu tempuh memang lebih lama, namun keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas,” ujar alumni Unzah Genggong itu.
Konsekuensinya, perjalanan lebih lama dibandingkan jalur normal. Biasanya dari Bandara Juanda ke Madinah ditempuh 11 jam, maka via rute alternatif bisa mencapai 30 jam.
Mahbub menambahkan, seluruh biaya tambahan akibat perubahan rute, termasuk kemungkinan kenaikan harga tiket, akan ditanggung pemerintah.
Di sisi lain, kesiapan jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo disebut telah mencapai sekitar 90 persen, baik dari aspek fisik maupun mental.
Salah satu calon jemaah, Siddiq, warga Kecamatan Banyuanyar, mengaku tetap tenang menghadapi situasi global saat ini. Ia menyebut kesempatan berhaji telah lama dinantikannya.
“Ini sudah lama saya tunggu. Saya tetap berangkat,” katanya.
Hal serupa disampaikan Sukandar, warga Kecamatan Besuk, yang juga siap berangkat. Ia menegaskan kesiapan dirinya untuk menjalani ibadah haji.
“Yang penting sehat, sisanya saya serahkan kepada Allah,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, memastikan bahwa situasi konflik tidak berdampak langsung terhadap pelaksanaan ibadah haji Indonesia.
Ia mengatakan, berdasarkan pemantauan di lapangan, kondisi di Arab Saudi masih aman dan mendukung pelaksanaan ibadah.
“Tidak ada kendala yang memengaruhi jemaah haji. Semua berjalan normal,” kata Dini yang juga tergabung dalam Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI.
Meski demikian, pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipatif, termasuk kemungkinan penyesuaian jalur penerbangan untuk menghindari wilayah rawan konflik.
Dini juga menegaskan bahwa kenaikan harga avtur tidak akan dibebankan kepada jemaah. Pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk menutup selisih biaya tersebut.
“Kalaupun ada perubahan, sifatnya teknis. Pelaksanaan haji tetap berjalan sesuai rencana,” ujar putri sulung Hasan Aminuddin itu.
Jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 3 dan 4 akan diberangkatkan dari Miniatur Ka’bah Gending menuju Embarkasi Surabaya, sebelum melanjutkan perjalanan ke Madinah.
Pemerintah memastikan seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan jemaah. (saw)




















