Sukapura (WartaBromo.com) – Libur panjang atau long weekend dimanfaatkan banyak wisatawan untuk berlibur ke kawasan Bromo via Probolinggo. Salah satu daya tarik yang kini ramai dikunjungi adalah taman bunga edelweiss yang identik dengan simbol keabadian dan cinta yang langgeng.
Keindahan panorama Gunung Bromo semakin memikat saat matahari mulai terbit. Siluet cahaya jingga berpadu dengan kabut putih yang menyelimuti pegunungan menciptakan suasana tenang dan romantis bagi para pengunjung.
Momentum libur panjang kali ini membuat kawasan wisata Bromo dipadati wisatawan, terutama pasangan muda yang ingin menikmati nuansa romantis alam pegunungan.
Selain berburu panorama matahari terbit (sunrise) , banyak pengunjung juga tertarik melihat langsung bunga edelweiss yang tumbuh di dataran tinggi.
Bunga yang dikenal sebagai bunga abadi tersebut dipercaya memiliki kaitan dengan legenda cinta Roro Anteng dan Joko Seger, leluhur Suku Tengger yang diyakini hidup dan menjaga kawasan Bromo. Karena itu, edelweiss sering dijadikan simbol kesetiaan dan hubungan asmara yang harmonis.
“Penasaran dengan bunga edelweiss karena katanya melambangkan keabadian. Semoga hubungan kami juga bisa langgeng,” ujar Susi dan Indra, pasangan wisatawan asal Jakarta, Jumat (15/05/2026).
Kini wisatawan semakin mudah menikmati pesona bunga abadi itu. Di kawasan Cemoro Lawang terdapat Apsara Cafe and Resto yang menghadirkan taman edelweiss lengkap dengan area konservasi.
Selain menjadi lokasi wisata dan spot foto favorit, taman tersebut juga berfungsi menjaga kelestarian bunga edelweiss agar tetap tumbuh dan tidak punah. Area taman yang ramah anak juga membuat tempat ini cocok dikunjungi bersama keluarga.
“Sekalian mengenang masa pacaran dulu. Sekarang ada tempat baru seperti taman Apsara ini, jadi bisa menikmati kuliner sambil melihat taman bunga edelweiss,” kata Nina dan Ilham, pasangan suami istri asal Gresik.
Pesona alam Bromo berpadu dengan keindahan bunga edelweiss kini menjadi pilihan wisata menarik untuk menghabiskan libur panjang bersama pasangan maupun keluarga. (lai/saw)





















