Ojol Pasuruan Tabur Bunga di Jalur Pantura untuk Rekan yang Meninggal Kecelakaan, Bawa Tuntutan Perlindungan Sosial ke Demo Surabaya

67

Pasuruan (WartaBromo.com) – Puluhan pengemudi ojek online yang tergabung dalam Paguyuban Ojek Online Kota Pasuruan (POJOKPAS) dan PDOI DPC Pasuruan menggelar aksi tabur bunga di jalur Pantura Pasuruan, Rabu (20/5/2026), sebelum bertolak mengikuti aksi damai GERANAT’S JATIM di Surabaya.

Prosesi tabur bunga dilakukan di depan Indomaret Kraton, Jalan Raya Kraton, Kabupaten Pasuruan. Lokasi itu dipilih karena menjadi titik kecelakaan kerja yang merenggut nyawa salah satu driver online asal Pasuruan, almarhum Taufik Hidayat.

Suasana haru menyelimuti para driver saat doa bersama dan tabur bunga dilakukan di tepi jalur nasional yang ramai kendaraan tersebut. Bagi mereka, lokasi itu menjadi pengingat keras bahwa profesi driver online penuh risiko, namun masih minim perlindungan sosial.

Ketua POJOKPAS, Muhammad Yunus mengatakan, aksi tabur bunga sengaja dilakukan sebelum keberangkatan massa ojol menuju Surabaya agar seluruh driver mengingat pentingnya jaminan keselamatan kerja.

“Hari ini kami tabur bunga sebagai simbol penghormatan untuk Mas Taufik sebelum kami berangkat aksi ke Surabaya. Beliau gugur saat mencari nafkah. Kami tidak ingin ada lagi kejadian yang sama dialami driver online lain di Pasuruan,” ujar Yunus, kepada wartabromo.com.

Menurutnya, kematian Taufik menjadi momentum bagi komunitas ojol di Pasuruan untuk mendesak adanya perlindungan sosial yang lebih jelas bagi para driver online. Sebab selama ini banyak pengemudi yang bekerja di jalan tanpa jaminan kecelakaan kerja maupun jaminan kematian.

Para ojol pun mulai mendorong seluruh driver online di Pasuruan agar terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penerima Upah (BPU).

“Saya mewajibkan seluruh anggota POJOKPAS dan mengimbau seluruh driver online di Pasuruan untuk segera mendaftar BPJS Ketenagakerjaan BPU. Ini bukan pilihan, tapi kebutuhan. Jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja adalah hak dasar kami sebagai pekerja lapangan. Jangan tunggu celaka baru menyesal,” tegasnya.

Tak hanya itu, tuntutan perlindungan sosial bagi driver online juga akan dibawa dalam aksi GERANAT’S JATIM di Surabaya. Massa ojol Pasuruan meminta pemerintah maupun perusahaan aplikator lebih serius memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan mitra pengemudi.

“Kami berangkat 50 orang dari Pasuruan. Kami ingin pemerintah dan aplikator mendengar bahwa driver online juga manusia yang butuh perlindungan sosial dan kepastian jaminan kerja,” tambah Yunus. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.