Pasuruan (WartaBromo.com) – Tontonan menarik usai pertandingan perdana Liga 4 Piala Presiden, yang mempertemukan Pasuruan United melawan PSAP Sigli di Stadion R Soedarsono Pogar, Bangil, pada Minggu (31/5/2026). Sosok pelatih Pasuruan United, Bio Paulin terlihat seperti sedang jumpa fans. Usai pertandingan pemain dan official PSAP Sigli terlihat antri untuk foto bersama sang legenda Jayapura sekaligus mantan pemain Timnas Indonesia itu.
Disisi lain, pihak manajemen Pasuruan United nampak gelisah karena tim bertajuk Laskar Santri Mbeling itu selanjutnya harus bekerja lebih ekstra untuk mengamankan tiket kebabak berikutnya.
Dalam pertandingan perdana tersebut pihak manajemen sebenarnya telah manargetkan untuk bisa unggul dari pihak lawan agar beban dipertandigan berikutnya tidak terlalu berat. Namun sayangnya meski bermain dikandang sendiri, mereka bisa ditahan imbang 1 – 1 oleh tamunya.
Hasil tersebut membuat tim berjuluk Laskar Santri Mbling itu harus menargetkan kemenangan penuh dalam dua laga berikutnya demi menjaga peluang lolos ke putaran 32 besar.
Meski gagal meraih point penuh, Presiden Klub Pasuruan United, Bayu Aji Handayanto, tetap mengapresiasi kerja keras skuadnya dan mensyukuri raihan satu poin tersebut. Menurutnya, secara statistik dan kualitas permainan, Pasuruan United tampil mendominasi. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata sirna akibat hukuman penalti di menit-menit akhir setelah pemain belakang melakukan pelanggaran handball di area terlarang.
“Pertandingan pertama alhamdulillah dapat satu poin. Tapi kita memang kurang beruntung. Secara permainan kita unggul cukup banyak. Namun di menit akhir terjadi handball dan berbuah penalti. Ya sudah, tidak ada masalah,” kata Bayu usai pertandingan.
Meski saat ini hanya meraih satu poin, Ia optimistis didua pertandingan berikutnya Pasuruan United akan mampu menyapu bersih enam poin yang dibutuhkan untuk melaju ke putaran selanjutnya.
“Kita reset. Besok dua laga harus sapu bersih. Enam poin insyaallah masih cukup untuk membawa kita lolos ke putaran 32 besar. Kami yakin bisa meraih kemenangan di dua pertandingan sisa,” tegasnya.
Terkait kekuatan lawan, Bayu mengakui bahwa PSAP Sigli merupakan tim yang solid dan terorganisasi dengan baik. “Kita sudah pelajari dua calon musuh ke depan ya, insyaallah kita bisa atasi. Kalau PSAP Sigli kan kebetulan mereka juara Aceh, jadi memang tim bagus, mainnya terorganisir dengan baik, cuma kita kurang beruntung saja,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Pelatih Pasuruan United, Siswanto, menilai pertandingan perdana tersebut berjalan cukup baik bagi kedua tim. Ia mengakui faktor ketegangan pada laga perdana memengaruhi performa para pemain.
“Cukup bagus untuk kedua tim. Karena ini pertandingan perdana, di mana pun pasti ada rasa tegang,” ujarnya.
Meski demikian, Siswanto menilai para pemain telah menjalankan instruksi tim pelatih dengan baik dan menunjukkan organisasi permainan yang cukup rapi sepanjang laga.
“Di sisi lain, tim tetap menjalankan taktik dan instruksi dari head coach. Organisasi permainan juga sudah bagus. Tetapi kami kecolongan di menit-menit akhir akibat kesalahan sendiri. Jadi memang ada sedikit kehilangan fokus menjelang akhir pertandingan,” katanya.
Menghadapi dua laga berikutnya, Siswanto menegaskan Pasuruan United tetap akan tampil maksimal demi mewujudkan target lolos ke babak selanjutnya.
“Dari tim kami sendiri, akan tetap bermain maksimal apa pun situasinya karena tujuan kami adalah melanjutkan langkah ke babak berikutnya. Namun kami juga tidak boleh meremehkan lawan karena seluruh tim di grup ini memiliki kualitas yang cukup stabil. Siapa yang paling siap dan paling berjuang, itulah yang akan melangkah ke fase berikutnya,” pungkasnya.
Dengan tambahan satu poin dari laga perdana, Pasuruan United kini dituntut meraih hasil maksimal pada dua pertandingan sisa untuk menjaga asa lolos ke putaran 32 besar Liga 4 Piala Presiden 2026. (fir)





















