Gus Haris Minta OPD dan Camat Satukan Data, Pemetaan Potensi Kecamatan Tak Boleh Berhenti di Atas Kertas

10

Probolinggo (WartaBromo.com) – Bupati Probolinggo Mohammad Haris meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat menyatukan data potensi serta persoalan di setiap kecamatan agar menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih akurat.

Menurutnya, pemetaan wilayah tidak boleh berhenti sebagai bahan presentasi, tetapi harus menjadi fondasi pengambilan keputusan pemerintah daerah.

Penegasan itu disampaikan Bupati yang akrab disapa Gus Haris saat memimpin Rapat Koordinasi Mapping Kecamatan dan Potensi Kecamatan SAE di Ruang Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Senin (13/7/2026).

Rapat yang dipandu Sekretaris Daerah Ugas Irwanto tersebut dihadiri seluruh kepala OPD dan camat se-Kabupaten Probolinggo.

Dalam arahannya, Gus Haris meminta setiap kecamatan menyajikan potret wilayah secara menyeluruh. Selain memetakan potensi ekonomi, industri, dan pelayanan publik, kecamatan juga diminta mengungkap persoalan riil yang dihadapi masyarakat.

Agar data yang disampaikan benar-benar valid, seluruh materi pemetaan diminta dibagikan kepada OPD sebelum dipresentasikan. Langkah itu dinilai penting untuk mencocokkan data sektoral dengan kondisi di lapangan sehingga tidak terjadi perbedaan informasi saat dijadikan dasar penyusunan program.

“Saya ingin hasil yang sudah dikoreksi bersama, bukan sekadar presentasi. Data itu harus menjadi pegangan dalam menentukan kebijakan,” kata Gus Haris.

Ia juga menginstruksikan Dinas Komunikasi dan Informatika mengintegrasikan seluruh hasil pemetaan ke dalam Command Center Kabupaten Probolinggo. Dengan sistem tersebut, pemerintah daerah diharapkan memiliki satu basis data yang terintegrasi dan dapat diakses sebagai rujukan dalam proses perencanaan maupun evaluasi pembangunan.

Di sisi lain, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) diminta menghitung kemampuan fiskal daerah untuk mendukung pelaksanaan Program Kecamatan SAE.

Menurut Gus Haris, para camat kini dituntut lebih aktif turun ke desa sehingga kebutuhan anggaran operasional harus disiapkan secara realistis.

“Kalau camat diminta lebih banyak bekerja di lapangan, dukungan operasionalnya juga harus disiapkan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo menargetkan evaluasi Program Kecamatan SAE dilakukan pada akhir 2026. Karena itu, Bapelitbangda bersama seluruh OPD diminta segera menyusun indikator penilaian yang objektif agar capaian masing-masing kecamatan dapat diukur secara jelas.

Dalam rapat tersebut, Kecamatan Gending mendapat apresiasi karena dinilai mampu menyajikan data secara sistematis sehingga mudah dianalisis dan dievaluasi.

Selain membahas pemetaan wilayah, forum juga menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan data yang dipaparkan, masih terdapat 798 kelompok sasaran B3 di Kecamatan Gending yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang belum menerima manfaat program tersebut.

Untuk itu, Sekretaris Daerah selaku Ketua Satuan Tugas MBG diminta memperkuat koordinasi dengan penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar pemerintah daerah memiliki ruang lebih besar dalam menentukan kelompok prioritas penerima manfaat.

Sementara Dinas Lingkungan Hidup diminta mengantisipasi potensi peningkatan sampah makanan dari pelaksanaan program tersebut.

Menutup arahannya, Gus Haris mengingatkan pentingnya menjaga soliditas antarlembaga di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, pelayanan publik hanya akan berjalan optimal apabila koordinasi, kepemimpinan, dan manajemen internal setiap perangkat daerah saling mendukung.

Ia juga meminta Dinas Pendidikan segera memetakan sekolah-sekolah yang membutuhkan penanganan prioritas agar berbagai persoalan di lapangan dapat diselesaikan lebih cepat dan tepat sasaran. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.