Tiris (WartaBromo.com) — Tragedi terjadi di kawasan Ranu Betok, Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jumat (5/6/2026). Dua anak dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat bermain di tepian danau, sementara seorang rekannya berhasil selamat.
Peristiwa yang mengundang duka mendalam bagi warga setempat itu terjadi pada siang hari.
Ketika ketiga anak yang berasal dari Dusun Manggis, Desa Tiris, berada di sekitar kawasan ranu yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam di wilayah lereng Argopuro.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiga anak tersebut semula bermain bersama di sekitar tepian danau. Dua di antaranya kemudian turun ke air, sedangkan satu anak lainnya tetap berada di daratan.
Namun, beberapa saat kemudian kedua anak yang berada di dalam air tidak lagi terlihat muncul ke permukaan. Rekan korban yang menyadari kondisi tersebut langsung panik dan berlari meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Warga yang menerima laporan segera mendatangi lokasi dan melakukan upaya pencarian. Setelah dilakukan penyisiran, kedua korban akhirnya ditemukan dan dievakuasi dari dalam danau.
Sayangnya, saat berhasil diangkat ke daratan, kondisi kedua korban sudah tidak sadarkan diri. Mereka kemudian dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Puskesmas Tiris, Agus Nurawan W., membenarkan kedua korban telah meninggal dunia. “Iya, kedua korban dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Kapolsek Tiris Iptu Syamsul Arifin juga membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurut dia, petugas kepolisian bersama tim terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pendataan.
“Anggota masih di lokasi melakukan evakuasi dan pendataan. Nanti akan kami sampaikan perkembangan lebih lanjut,” kata Syamsul.
Hingga Jumat sore, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kronologi lengkap kejadian. Sementara itu, keluarga korban dan warga sekitar tampak berdatangan ke lokasi maupun ke rumah duka setelah kabar meninggalnya kedua anak tersebut menyebar.
Warga setempat berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan pengunjung lebih meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar kawasan Ranu Betok. (aly/saw)





















