Perempatan Patung Sapi Pandaan Kembali Makan Korban, DPRD Desak Evaluasi Skema Lalu Lintas dan Audit Keselamatan Jalan

16

Pasuruan (WartaBromo.com) – DPRD Kabupaten Pasuruan mendesak pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh dan audit keselamatan jalan terhadap sistem lalu lintas di Perempatan Patung Sapi Pandaan setelah kembali terjadi kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan banyak korban jiwa.

Seperti diketahui, jalan nasional Malang–Surabaya, khususnya area simpang empat Patung Sapi Pandaan dikenal dengan salah satu jalur yang paling sering terjadi kecelakaan lalu lintas.

Puncaknya Selasa (7/7/2026), kecelakaan yang melibatkan truk container dengan sejumlah sepeda motor yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, atas nama lembaga legislatif, DPRD Kabupaten Pasuruan menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

“Kami menyampaikan rasa prihatin dan duka yang mendalam atas kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Perempatan Patung Sapi Pandaan. Semoga para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, sementara korban yang masih menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan,” ujarnya.

Samsul menegaskan, kecelakaan yang terjadi diarea tersebut bukan kejadian yang pertama. Karena itu, diperlukan langkah konkret agar lokasi yang selama ini dikenal rawan kecelakaan tidak kembali memakan korban jiwa.

“Peristiwa ini harus menjadi perhatian serius semua pihak. Perempatan Patung Sapi Pandaan bukan kali pertama menjadi lokasi kecelakaan. Artinya, sudah saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap skema lalu lintas di kawasan tersebut agar tidak terus memakan korban,” tegasnya saat dikonfirmasi pada Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, evaluasi menyeluruh terhadap skema lalu lintas dinilai mendesak dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan sekaligus menentukan solusi yang tepat.

DPRD Kabupaten Pasuruan juga mendorong Pemerintah Kabupaten Pasuruan segera berkoordinasi dengan kepolisian, penyelenggara jalan, serta instansi berwenang lainnya guna melakukan kajian teknis terhadap rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut.

Sejumlah langkah yang dinilai perlu dipertimbangkan antara lain penataan ulang arus kendaraan, optimalisasi lampu lalu lintas, pemasangan rambu dan marka jalan yang lebih jelas, penambahan penerangan jalan, pembatasan kecepatan kendaraan, hingga pembangunan fasilitas keselamatan apabila diperlukan berdasarkan hasil kajian teknis.

Selain itu, atas nama DPRD, Samsul meminta dilakukan audit keselamatan jalan secara komprehensif agar faktor penyebab kecelakaan dapat diidentifikasi secara ilmiah sehingga kebijakan yang diambil benar-benar efektif dalam mencegah kecelakaan serupa.

“Diperlukan audit keselamatan jalan secara menyeluruh agar akar persoalan dapat diketahui secara pasti. Dengan begitu, solusi yang diterapkan benar-benar tepat sasaran dan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” tegas Samsul.

DPRD Kabupaten Pasuruan menegaskan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Lembaga legislatif tersebut menyatakan siap mendukung kebijakan maupun penganggaran yang dibutuhkan untuk meningkatkan aspek keselamatan di kawasan rawan kecelakaan, termasuk Perempatan Patung Sapi Pandaan, demi mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. (fir)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.