Aksi Heroik Petugas Palang Pintu di Bangil, Tarik Pria dari Rel Beberapa Detik Sebelum KA Sangkuriang Melintas

33

Bangil (WartaBromo.com) – Malam itu, suasana di perlintasan kereta api JPL 105, Kelurahan Masangan, Kecamatan Bangil, tampak seperti biasanya. Palang pintu sudah tertutup. Lampu peringatan berkedip. Dari kejauhan, suara Kereta Api Sangkuriang relasi Ketapang–Bandung mulai terdengar semakin mendekat.

Namun, di tengah rel berdiri seorang pria yang tak bergeming. Di saat orang lain mungkin masih mencoba memahami situasi, Muhammad Shofi Bahtiar (24), petugas palang pintu yang sedang berjaga, justru mengambil keputusan dalam hitungan detik.

Ia berlari menuju rel, menarik tubuh pria tersebut menjauh dari lintasan, lalu menyelamatkannya hanya beberapa saat sebelum kereta melintas dengan kecepatan tinggi.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 19.46 WIB itu kini menjadi perbincangan publik setelah video penyelamatan tersebut viral di media sosial.

Shofi, warga Kelurahan Masangan, menceritakan bahwa saat kejadian ia tengah menjalankan prosedur pengamanan seperti biasa. Palang pintu telah ditutup dan ia bersiap memberi salam kepada masinis ketika menyadari ada seseorang berdiri tepat di tengah rel.

“Itu saya lagi ngamanin kereta api yang mau melintas dari arah timur. Saya nutup palang pintu semua. Ternyata di sini ada orang, di tengah rel. Saya bilang, ‘Pak, ada kereta api mau melintas.’ Orangnya bilang ‘enggak’ sambil noleh ke kereta, tangannya seperti menantang kereta,” tutur Shofi.

Melihat kereta terus mendekat, ia tidak memiliki banyak waktu untuk berpikir.

“Ya saya refleks dari sini langsung loncat. Loncat ngamanin, ternyata kembali lagi, mau balik lagi. Saya tarik lagi, alhamdulillah selamat, enggak ada apa-apa,” ujarnya.

Saat ditanya apakah dirinya tidak takut mempertaruhkan nyawa, Shofi hanya menjawab singkat.

“Ya refleks aja. Namanya kerja ngamanin kereta, ya harus tanggung jawab,” katanya.

Ia memperkirakan jarak kereta dengan lokasi saat itu hanya sekitar 500 meter ketika dirinya memutuskan berlari menuju rel.

Pria yang diselamatkan diketahui bernama Dasuki, warga Dusun Blawi, Kelurahan Masangan. Setelah berhasil dievakuasi dari lintasan, Dasuki dibawa ke balai desa untuk mendapatkan pendampingan sebelum akhirnya dipertemukan dengan keluarganya.

Keberanian Shofi mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Febri Irawan Darwis, yang menyebut tindakan tersebut sebagai sikap heroik yang semakin jarang dijumpai.

“Pasti semua pegawai mengutamakan keselamatan. Tapi yang lebih penting adalah menjadi masyarakat yang peduli. Sekarang ini sering kali orang baru peduli setelah kejadian. Mas Sofi justru sudah menunjukkan kepeduliannya sebelum hal buruk terjadi, tanpa memandang siapa orang yang ditolong,” ujar Febri.

Menurutnya, kepedulian sosial seperti yang ditunjukkan Shofi layak menjadi teladan bagi masyarakat.

“Ya luar biasa. Sikap heroik seperti ini jarang ditemukan di zaman sekarang,” katanya.

Febri juga berpesan agar Shofi tetap mempertahankan sikap kemanusiaannya.

“Saya apresiasi untuk Mas Sofi. Tetaplah jadi orang baik. Tetaplah jadi orang yang peduli terhadap masyarakat lainnya. Walaupun di berita ada yang mengatakan bahwa orang yang ditolong merupakan ODGJ, sebagai masyarakat yang peduli kita tidak mengenal latar belakang tersebut,” tuturnya.

Aksi penyelamatan yang berlangsung hanya dalam hitungan detik itu menjadi pengingat bahwa keberanian tidak selalu lahir dari rencana besar.

“Palang pintu bukan mutlak keselamatan jadi tanggung jawab tidak boleh dibebankan sepenuhnya ke petugas tp kesadaran masyarakat juga penting,” tutupnya. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.