3.000 Pelari Tak Bisa Menikmati Bromo, Marathon 2026 Geser Jadi Trail Run

12

Tosari (WartaBromo.com) – Sekitar 3.000 pelari dari 26 negara ambil bagian dalam Bromo Marathon 2026, Minggu (6/9/2026). Event lari bertaraf internasional yang berlangsung di kawasan Bromo, Kabupaten Pasuruan, itu menghadirkan tantangan berbeda dibandingkan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

Perubahan paling mencolok pada gelaran tahun ini adalah karakter lintasan yang lebih mengarah pada trail run. Para peserta tidak hanya berlari di jalur beraspal, tetapi juga harus melewati medan tanah, bebatuan, akar pohon, lumpur hingga rerumputan.

Founder Bromo Marathon, Dedy Kurniawan, mengatakan karakter lintasan tahun ini sengaja dibuat berbeda sehingga peserta menghadapi tantangan yang lebih kompleks.

“Yang juara memang finish terdepan. Tapi Bromo Marathon tahun ini lebih menantang karena event trail run. Peserta gak hanya lari di atas jalan beraspal tapi sekarang masuk ke kebun atau hutan,” kata Dedy.

Menurutnya, medan tersebut membuat peserta tidak hanya mengandalkan kecepatan. Mereka juga dituntut memiliki kekuatan fisik, teknik dalam melewati medan, kemampuan navigasi, serta ketahanan mental.

“Dimana rute yang dilalui tidak beraspal, melainkan tanah, bebatuan, akar pohon, jalur lumpur, atau rumput. Selain itu, peserta juga harus menghadapi tanjakan curam, turunan tajam, serta kondisi alam yang tidak bisa diprediksi,” jelasnya.

Dedy menyebut, dari sekitar 3.000 peserta yang terdaftar, kategori 10K dan 21K menjadi yang paling banyak diminati. Sementara peserta lainnya mengikuti kategori 42K, 5K, serta kategori anak-anak.

Meski tahun ini peserta tidak dapat menikmati langsung pemandangan Gunung Bromo akibat kawasan tersebut masih dalam masa pemulihan pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla), Dedy memastikan jalur yang dilalui tetap menawarkan panorama alam yang menarik.

“Karena memang Bromo masih recovery usai karhutla. Tapi kita tahu bersama bahwa semua sudut di Bromo selalu mempesona dan tetap jadi destinasi dengan keindahan tersendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menilai antusiasme peserta dalam Bromo Marathon 2026 sangat luar biasa. Ia berharap event tersebut dapat terus digelar dan menjadi agenda rutin olahraga sekaligus pariwisata di Kabupaten Pasuruan.

Menurutnya, keberlanjutan Bromo Marathon berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara, menuju kawasan Gunung Bromo melalui jalur Kabupaten Pasuruan.

“Kami Pemkab Pasuruan berharap dengan pelaksanaan Bromo Marathon ini, wisatawan dari mancanegara, volumenya semakin banyak,” ucapnya. (Fir)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.