Laut Utara Jawa Bergelombang Tinggi, BMKG Ingatkan Nelayan Pasuruan Utamakan Keselamatan

6

Pasuruan (WartaBromo.com) – Angin kencang yang melanda wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari ke depan berpotensi memicu gelombang tinggi di perairan utara, termasuk kawasan laut yang menjadi jalur aktivitas nelayan Pasuruan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun mengimbau para nelayan agar meningkatkan kewaspadaan sebelum melaut.

Berdasarkan prakiraan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, tinggi gelombang laut pada periode 31 Juli hingga 3 Agustus 2026 diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Jawa Timur.

Kondisi tersebut dipengaruhi angin yang bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan maksimum mencapai 25 knot atau sekitar 50 kilometer per jam. Meski cuaca di sebagian besar wilayah diprakirakan cerah berawan, peningkatan kecepatan angin dapat memicu gelombang laut menjadi lebih tinggi.

Sejumlah wilayah yang diperkirakan mengalami gelombang 1,25–2,5 meter antara lain Perairan Masalembo, Bawean bagian utara, Tuban, Lamongan, Gresik bagian utara, Perairan Utara Bangkalan.

Kemudian Utara Sampang, Utara Pamekasan, Sumenep bagian utara, Kepulauan Sapudi bagian utara dan selatan, Kepulauan Kangean bagian utara, timur, dan selatan, Perairan Situbondo bagian barat dan timur, hingga Selat Bali bagian utara.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi, mengatakan kecepatan angin yang meningkat menjadi faktor utama naiknya tinggi gelombang di perairan.

“Kecepatan angin yang meningkat dapat memicu kenaikan tinggi gelombang. Karena itu, nelayan dan pengguna jasa pelayaran diimbau terus memantau informasi cuaca maritim terbaru dari BMKG serta mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di laut,” ujarnya.

Rendy menambahkan, kondisi cuaca di laut dapat berubah dalam waktu singkat. Karena itu, nelayan tidak boleh hanya berpatokan pada kondisi cuaca di daratan yang terlihat cerah.

BMKG juga mengingatkan adanya risiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan berpotensi mengalami gangguan ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara kapal tongkang berisiko saat angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.

Dengan potensi cuaca tersebut, nelayan di wilayah pesisir Pasuruan diimbau tidak memaksakan melaut apabila kondisi angin menguat atau gelombang mulai meninggi. Masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca maritim resmi BMKG selama periode prakiraan 31 Juli hingga 3 Agustus 2026. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.