Sidak Komisi IV di SPPG Sumbergedang, IPAL Belum Optimal dan Kuota MBG Berlebih

44

Pandaan (WartaBromo.com) – Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Jumat (31/7/2026). Sidak dilakukan menyusul dugaan keracunan yang dialami belasan siswa SMAN 1 Pandaan usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu lalu.

Dalam sidak tersebut, Komisi IV menemukan sejumlah persoalan yang dinilai perlu segera dibenahi, mulai dari kapasitas layanan dapur yang dinilai melebihi beban (overload) kuota MBG, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang masih memerlukan perbaikan, hingga aspek sertifikasi koki atau chef.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi, mengatakan hasil inspeksi menunjukkan masih ada beberapa hal krusial yang harus menjadi perhatian pengelola dapur SPPG.

“Dari hasil sidak kami menemukan beberapa persoalan yang sangat krusial mulai dari IPAL, sertifikasi chef hingga kuota MBG,” ujarnya.

Kouta MBG setiap dapur yang seharusnya dikisaran 2.500 hingga 3.000, namun dapur SPPG Sumbergedang justru dieketahui menangani sekitar 3.800 penerima manfaat.

Menurut Andri, seluruh pegawai dapur SPPG harus mengutamakan kualitas makanan yang disajikan. Ia menilai insiden dugaan keracunan yang dialami belasan siswa SMAN 1 Pandaan telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua.

Pihaknya juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti para siswa mengalami gejala keracunan.

“Nanti kami minta hasil lab-nya seperti apa, untuk mengetahui penyebab belasan pelajar mengalami muntah-muntah dan gatal-gatal sampai sembilan pelajar dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis,” katanya.

Senada, Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Najib Setiawan, menegaskan seluruh dapur SPPG wajib memenuhi standar kelayakan yang telah ditetapkan karena Program MBG merupakan program nasional yang dibiayai melalui APBN.

Menurutnya, sebagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto, pengelolaan dapur tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.

“Kualitas makanan harus benar-benar diperhatikan koki atau chef,” tegas Najib.

Ia menambahkan, peristiwa yang menimpa siswa SMAN 1 Pandaan telah menimbulkan keresahan di masyarakat sehingga DPRD memandang perlu melakukan pengawasan langsung.

“Untuk itu kami melakukan sidak ke dapur SPPG. Dari temuan ini kami minta pengelola atau mitra MBG segera melakukan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Sumbergedang, Nur Kholis, menjelaskan perihal jumlah kouta yang saat ini ditangani dapurnya. Saat ini dapurnya memperoleh alokasi kuota sebanyak 3.800 porsi makanan per hari.

Namun, sekitar 1.700 porsi di antaranya dialokasikan untuk kebutuhan dapur SPPG di Desa Durensewu yang belum dapat beroperasi secara penuh.

“Dapur SPPG ini mendapat jatah kuota per hari 3.800 porsi. Sebanyak 1.700 porsi diberikan untuk dapur SPPG di Desa Durensewu. Karena dapur SPPG di Durensewu belum menerima anggaran, sementara ini kami yang menangani,” jelas Nur Kholis. (Fir)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.