Pandaan (WartaBromo.com) – Hasil uji laboratorium terhadap sampel menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan 14 siswa SMAN 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan diduga mengalami keracunan, akhirnya telah keluar. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sampel makanan tersebut dinyatakan negatif dari kandungan zat berbahaya.
Sebelumnya, belasan siswa dilaporkan mengalami keluhan seperti muntah dan gatal-gatal setelah mengonsumsi menu MBG yang disuplai oleh Dapur SPPG Sumbergedang. Peristiwa itu sempat memicu dugaan keracunan makanan dan menyebabkan operasional dapur dihentikan sementara.
Kepala Dapur SPPG Sumbergedang, Nur Kholis, mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium telah disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan.
“Hasil lab sudah turun dan dinyatakan negatif,” ujar Nur Kholis, Jumat (31/7/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil uji laboratorium tersebut, keluhan yang dialami para siswa bukan disebabkan oleh keracunan makanan akibat menu MBG yang disajikan. Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para siswa.
Menurutnya, dengan hasil laboratorium yang menunjukkan negatif, terdapat kemungkinan keluhan tersebut dipicu oleh faktor lain, seperti reaksi alergi terhadap makanan, kondisi psikosomatis, maupun penyebab lain yang masih memerlukan pendalaman.
Meski hasil pemeriksaan laboratorium tidak menemukan kandungan zat berbahaya, pihak SPPG memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses operasional dapur.
Perbaikan akan dilakukan mulai dari tahapan pengolahan makanan hingga sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Nur Kholis menambahkan, hingga saat ini operasional Dapur SPPG Sumbergedang masih dihentikan sementara. Penghentian dilakukan sambil menunggu arahan lebih lanjut dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait kelanjutan layanan MBG.
“Untuk sementara kami berhenti beroperasi menyuplai MBG kepada penerima manfaat sambil menunggu petunjuk dari BGN,” pungkasnya. (Fir)





















