Helikopter Water Bombing 17 Kali Padamkan Karhutla Bromo, 17.000 Liter Air Dijatuhkan

9

Probolinggo (WartaBromo.com) – Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, dilakukan dari udara menggunakan helikopter water bombing.

Sejak Jumat (11/9/2026) pagi hingga pukul 12.00 WIB, helikopter PK-DAP telah melakukan 17 kali penerbangan untuk menjatuhkan air ke sejumlah titik kebakaran. Total sekitar 17.000 liter air telah dicurahkan ke kawasan yang terbakar.

Operasi dari udara dilakukan karena sebagian lokasi kebakaran di Blok Pengol hingga arah Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies sulit dijangkau melalui jalur darat.

Helikopter tersebut menggunakan bucket berkapasitas sekitar 1.000 liter. Air diambil dari Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, kemudian dibawa menuju titik api di kawasan Bromo.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno mengatakan operasi water bombing menjadi salah satu upaya untuk menjangkau titik api yang berada di medan sulit.

“Sebanyak 17 kali penyiraman sudah dilakukan dengan total sekitar 17.000 liter air yang dijatuhkan ke titik kebakaran,” kata Satriyo, Jumat (11/9/2026).

Namun, operasi tersebut tidak dapat terus dilakukan karena kondisi cuaca di kawasan Bromo berubah. Kabut tebal menurunkan jarak pandang sehingga penerbangan untuk sementara dihentikan.

“Untuk sementara water bombing dihentikan karena kabut sangat tebal. Faktor keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan,” ujarnya.

Penghentian sementara itu bukan berarti penanganan kebakaran dihentikan. Tim gabungan tetap berada di lapangan untuk memantau pergerakan api dan mengantisipasi penyebaran ke wilayah lain.

Karhutla mulai terdeteksi pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di kawasan Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura.

Tiupan angin kencang membuat kobaran api bergerak ke arah Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies. Perkembangan terakhir menunjukkan api juga telah merembet ke wilayah Gunung Kursi.

Satriyo mengatakan luasan kawasan yang terdampak masih dalam proses pendataan.

“Luasan area yang terbakar masih kami hitung. Saat ini api dilaporkan sudah merembet ke wilayah Gunung Kursi,” katanya.

Selain operasi udara, personel BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, TNBTS, TNI, Polri, dan relawan tetap melakukan pemantauan dari darat.

Medan yang terjal menjadi salah satu alasan pemadaman dari darat belum dapat dilakukan secara maksimal. Karena itu, keberadaan helikopter water bombing menjadi penting untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses.

Untuk mengantisipasi risiko terhadap wisatawan, TNBTS juga menutup akses wisata Gunung Bromo melalui jalur Jemplang, Malang, hingga waktu yang belum ditentukan.

Penutupan dilakukan selama proses penanganan kebakaran dan pemantauan kondisi kawasan masih berlangsung. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.