PCNU Kota Probolinggo Awali Hari Santri 2026 dengan Khotmil Qur’an di 99 Titik

17

Probolinggo (WartaBromo.com) — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo memulai rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dengan menggelar khotmil Qur’an di 99 titik.

Kegiatan yang melibatkan struktur NU dan warga Nahdliyin itu menjadi upaya merawat tradisi keagamaan sekaligus memperkuat semangat santri di tengah masyarakat.

Pembukaan rangkaian kegiatan berlangsung pada Minggu (11/10/2026). Prosesi kick off ditandai dengan pemukulan rebana oleh jajaran pengurus PCNU Kota Probolinggo.

Ketua PCNU Kota Probolinggo, H. Arbai Hasan, mengatakan Hari Santri merupakan momentum untuk kembali mengingat kontribusi santri dan ulama dalam perjalanan bangsa.

Peringatan tersebut juga menjadi ruang untuk meneguhkan nilai keislaman dan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Arbai, khotmil Qur’an di 99 titik diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Pembacaan Al-Qur’an secara bersama-sama menjadi bagian dari ikhtiar untuk mendekatkan ajaran Islam dengan kehidupan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap nilai-nilai Al-Qur’an semakin hidup dan membumi di tengah masyarakat,” ujar Arbai.

Ia menambahkan, tradisi keagamaan yang dirawat Nahdlatul Ulama memiliki peran dalam memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meneruskan perjuangan para ulama.

Ketua Panitia HSN 2026 PCNU Kota Probolinggo, Ahmad Fais, menjelaskan bahwa kegiatan pembukaan menandai dimulainya rangkaian agenda Hari Santri tahun ini.

Khotmil Qur’an dilaksanakan dengan melibatkan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), pengurus ranting, lembaga dan badan otonom NU, serta warga Nahdliyin.

Pelibatan berbagai unsur tersebut diharapkan memperluas partisipasi masyarakat dalam menyemarakkan Hari Santri.

Selain memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, kegiatan ini menjadi sarana menjaga tradisi keagamaan yang diwariskan para ulama.

“Kick off ini menjadi awal rangkaian HSN 2026 sekaligus momentum memperkuat syiar Islam dan tradisi keagamaan warga Nahdliyin,” kata Ahmad Fais.

Keterlibatan struktur NU di berbagai wilayah juga menjadi bagian dari upaya mendekatkan peringatan Hari Santri dengan kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, perayaan tidak hanya terpusat pada kegiatan tingkat cabang, tetapi turut melibatkan komunitas di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk mengenang peran santri dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Peringatan ini juga mengingatkan pentingnya kontribusi kalangan pesantren dalam merawat persatuan, memperkuat kehidupan keagamaan, dan membangun masyarakat.

Bagi PCNU Kota Probolinggo, rangkaian HSN 2026 diharapkan menjadi ruang untuk meneruskan nilai-nilai tersebut dalam bentuk kegiatan yang dekat dengan masyarakat.

Khotmil Qur’an di 99 titik menjadi salah satu langkah untuk menjaga kesinambungan tradisi keislaman sekaligus memperkuat keterlibatan warga Nahdliyin dalam peringatan Hari Santri.

Melalui kegiatan tersebut, PCNU Kota Probolinggo berharap semangat santri terus tumbuh, tidak hanya dalam kehidupan pesantren, tetapi juga dalam pengabdian sosial dan kebangsaan. (fat/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.