Jalur Kereta Bangil–Pasuruan Diperbaiki Mulai 30 Oktober, Akses Kendaraan Diatur Bertahap

7

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pengendara yang melintas di perlintasan kereta api JPL 104, jalur Bangil–Pasuruan, perlu mengantisipasi perlambatan perjalanan mulai Jumat (30/10/2026). PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan memperbaiki geometri jalur rel di lokasi tersebut hingga 13 November 2026.

Perbaikan ini dilakukan menyusul peningkatan batas kecepatan kereta api pada petak jalan Pasuruan–Bangil dari 70 kilometer per jam menjadi 110 kilometer per jam. Kondisi rel perlu disesuaikan agar tetap memenuhi standar teknis dan keselamatan perjalanan kereta api.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan peningkatan kualitas jalur menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api.

“Peningkatan kualitas jalur tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menjaga keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api,” ujar Cahyo, Rabu (28/10/2026).

Pekerjaan utama dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober hingga 5 November 2026, mulai pukul 20.00 hingga 05.00 WIB. Selanjutnya, proses penstabilan jalur dilakukan pada 6–13 November 2026 sebelum pengaspalan akhir di area perlintasan.

Selama pekerjaan berlangsung, akses kendaraan akan diatur secara bertahap. Area perlintasan dibagi menjadi tiga segmen, yakni A, B, dan C, yang berkaitan dengan lajur I, II, dan III. Ketika satu segmen dikerjakan, kendaraan akan diarahkan melewati segmen lain yang masih bisa digunakan.

Dengan pengaturan tersebut, kendaraan dari kedua arah diharapkan tetap dapat melintas meski berpotensi mengalami perlambatan. KAI berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat untuk membantu mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.

“Kami memahami bahwa pekerjaan di perlintasan dapat memengaruhi kelancaran perjalanan pengguna jalan. Karena itu, pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan pengaturan lalu lintas bersama Kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat agar akses masyarakat tetap terlayani dengan mengutamakan keselamatan,” jelas Cahyo.

Secara teknis, perbaikan diawali dengan pembongkaran aspal di area perlintasan, dilanjutkan dengan pembersihan atau penggantian batu balas yang kondisinya tidak lagi memenuhi kebutuhan teknis. Petugas kemudian mengangkat rel untuk menyesuaikan posisi dan ketinggian jalur sesuai rencana.

Setelah itu, jalur memasuki tahap penstabilan agar batu balas dan tanah pendukung di bawah rel kembali kokoh. Tahapan ini penting sebelum pengaspalan akhir dilakukan.

“Setelah rel diangkat dan geometri jalur disesuaikan, diperlukan masa penstabilan untuk memastikan balas dan tanah pendukung kembali mantap. Pengaspalan akhir dilakukan setelah kondisi jalur memenuhi kebutuhan kestabilan,” kata Cahyo.

KAI mengimbau pengendara mengurangi kecepatan saat mendekati perlintasan, memperhatikan rambu, serta mengikuti arahan petugas. Pengguna jalan juga diminta memperhitungkan waktu perjalanan dan mempertimbangkan jalur alternatif jika diperlukan.

Sebelumnya, KAI bersama komunitas pecinta kereta api atau railfans telah melakukan sosialisasi keselamatan di JPL 104 pada Minggu (25/10/2026). Kegiatan yang melibatkan KRD9 Korwil Pasuruan dan RF Sidoarjo BGS dari Daop 8 Surabaya itu dilakukan dengan membagikan brosur mengenai rencana perbaikan dan pengaturan akses jalan. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.