Probolinggo (WartaBromo.com) – Pekerjaan rumah besar menanti Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris. Pasalnya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyoroti angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo yang masih cukup memprihatinkan.
Dalam acara serah terima jabatan Bupati Probolinggo di sidang paripurna DPRD Kabupaten Probolinggo pada Senin (3/3/2025), Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Kabupaten Probolinggo berada di peringkat keempat dalam daftar daerah dengan angka kemiskinan tertinggi di Jawa Timur.
“Secara prosentase, Kabupaten Probolinggo memang masih berada di posisi keempat dengan angka kemiskinan mencapai 16,45 persen. Jumlah ini setara dengan 197.110 warga yang masih tergolong miskin,” ujar Khofifah dalam sambutannya.
Gubernur juga merinci data kemiskinan di beberapa daerah lain. Kabupaten Sampang menempati posisi pertama dengan angka kemiskinan sebesar 20,83 persen, disusul Kabupaten Bangkalan di posisi kedua dengan 18,66 persen, dan Kabupaten Sumenep di urutan ketiga dengan 17,78 persen.
“Yang unik ini Kabupaten Probolinggo, konsisten. Baik secara prosentatif maupun kuantitatif, tetap berada di peringkat keempat,” canda Khofifah, yang disambut tawa peserta sidang.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris (Gus Haris), mengakui bahwa tingginya angka kemiskinan di daerahnya menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi.
“Memang benar, angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo masih tinggi. Ini menjadi PR besar bagi kami untuk segera dicarikan solusinya,” kata Gus Haris.
Dengan kondisi tersebut, Pemkab Probolinggo dituntut untuk segera mengambil langkah strategis dalam upaya menekan angka kemiskinan. Berbagai program pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, dan akses lapangan pekerjaan menjadi harapan agar masyarakat bisa keluar dari jerat kemiskinan. (aly/saw)




















