KA Wijayakusuma Terlambat Hampir 4 Jam di Probolinggo, Dampak Tabrakan KA Blambangan Ekspres dengan Truk

28

Leces (WartaBromo.com)
Perjalanan Kereta Api (KA) Wijayakusuma relasi Cilacap–Ketapang mengalami keterlambatan hingga 3 jam 43 menit. Setelah insiden tabrakan antara KA Blambangan Ekspres dan truk gandeng di perlintasan sebidang Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jumat (6/3/2026) dini hari.

Insiden tabrakan antara KA Blambangan Ekspres dan sebuah truk gandeng di perlintasan sebidang Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, tidak hanya menghentikan perjalanan kereta tersebut, tetapi juga berdampak pada jadwal kereta lain di jalur yang sama.

Salah satu yang terdampak cukup signifikan adalah KA Wijayakusuma relasi Cilacap–Ketapang. Kereta ini tercatat mengalami keterlambatan hingga 223 menit atau sekitar 3 jam 43 menit.

Manager Hukum dan Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa gangguan operasional bermula ketika KA 147 Blambangan Ekspres tertemper truk di perlintasan resmi terjaga JPL 13 kilometer 109+860 pada petak jalur Probolinggo–Leces sekitar pukul 00.49 WIB.

“Lokomotif CC 201 83 53 yang menarik KA Blambangan Ekspres mengalami kerusakan setelah tertemper truk sehingga perjalanan kereta tidak dapat langsung dilanjutkan,” ujar Cahyo.

Akibat kerusakan tersebut, rangkaian KA Blambangan Ekspres harus dihentikan dan ditangani oleh tim operasional KAI Daop 9 Jember bersama pihak terkait di lokasi kejadian.

Untuk mengamankan jalur serta mempercepat penanganan, rangkaian kereta kemudian ditarik mundur menuju Stasiun Probolinggo menggunakan lokomotif penolong.

Situasi ini berdampak pada perjalanan kereta lain yang melintas di jalur yang sama, termasuk KA Wijayakusuma yang berangkat dari Stasiun Probolinggo pukul 05.38 WIB menuju Ketapang.

“KA Wijayakusuma mengalami keterlambatan hingga 223 menit sebagai dampak dari proses penanganan insiden sebelumnya di jalur tersebut,” kata Cahyo.

Di tengah kondisi tersebut, KAI juga mengambil langkah cepat dengan mengalihkan penumpang KA Blambangan Ekspres ke KA Wijayakusuma agar tetap dapat melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Ketapang.

Menurut Cahyo, seluruh penumpang dalam kondisi selamat dan perjalanan tetap dilanjutkan dengan pengaturan operasional yang disesuaikan.

Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, KAI juga memberikan service recovery kepada para penumpang KA Wijayakusuma yang terdampak keterlambatan lebih dari 60 menit.

Sementara itu, penyebab pasti insiden tabrakan antara kereta dan truk di perlintasan sebidang tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

KAI Daop 9 Jember kembali mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi aturan saat melintasi perlintasan kereta api. Pengguna jalan diwajibkan mendahulukan perjalanan kereta api serta memastikan kondisi aman sebelum melintas di rel.

“Keselamatan di perlintasan merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat diharapkan berhenti sejenak, melihat kanan dan kiri, serta memastikan tidak ada kereta yang melintas sebelum melintasi rel,” ujar Cahyo. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.