Pasuruan (WartaBromo.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan menetapkan status siaga darurat bencana angin kencang. Penetapan ini dilakukan menyusul meningkatnya intensitas cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan kerusakan infrastruktur hingga pohon tumbang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil koordinasi serta peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca buruk di awal tahun ini.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang. Berdasarkan pantauan, potensi angin kencang ini merata di beberapa wilayah di Kabupaten Pasuruan,” ujar Sugeng saat dikonfirmasi, Minggu (8/3/2026).
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD telah menyiagakan personel beserta peralatan evakuasi selama 24 jam. Tim reaksi cepat juga memantau sejumlah titik rawan, seperti kawasan dengan banyak pohon besar di sepanjang jalan protokol serta wilayah permukiman padat penduduk.
Sugeng mengungkapkan, dalam sepekan terakhir saja telah terjadi puluhan kejadian pohon tumbang dan kerusakan rumah akibat hujan lebat yang disertai angin kencang.
“Dalam seminggu terakhir ini sudah ada puluhan rumah rusak dan puluhan pohon tumbang akibat hujan lebat dan angin kencang,” tambahnya.
BPBD juga mengingatkan beberapa langkah antisipasi yang perlu dilakukan masyarakat. Warga diminta tidak berteduh di bawah pohon besar, baliho, maupun tiang listrik saat angin kencang terjadi. Selain itu, masyarakat disarankan memangkas dahan pohon di sekitar rumah yang rapuh atau terlalu rimbun untuk mengurangi risiko tumbang.
Apabila terjadi pohon tumbang atau kerusakan bangunan akibat angin kencang, masyarakat diminta segera melaporkannya ke layanan darurat BPBD agar dapat segera ditangani.
Meski peringatan berlaku untuk seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan, BPBD memberikan perhatian khusus pada daerah pesisir dan dataran tinggi yang secara geografis lebih rentan terhadap hembusan angin kuat.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa untuk memastikan jalur komunikasi tetap lancar. Kesiagaan mandiri dari tingkat keluarga sangat krusial untuk meminimalisir korban jiwa maupun kerugian material,” tutup Sugeng.
Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah Pasuruan diperkirakan masih fluktuatif dalam beberapa hari ke depan. Warga diimbau terus memantau informasi resmi melalui kanal media sosial BPBD maupun aplikasi peringatan cuaca dari BMKG. (fir/red)




















