Beji (WartaBromo.com) – Jalan masuk Dusun Beji, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan yang rusak akibat tergerus banjir akhirnya mulai ditangani. Pemkab Pasuruan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat dengan menargetkan perbaikan rampung dalam lima hari.
Tim PUPR turun langsung ke lokasi pada Jumat (27/3/2026). Hadir dalam peninjauan tersebut Sekretaris Dinas Fajar Cahyo, PPTK Samsul Muin, bersama staf, didampingi unsur kecamatan dan perangkat Desa Beji.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pasuruan, Eko Bagus Wicaksono melalui timnya menyampaikan, kerusakan infrastruktur di Beji masuk skala prioritas penanganan. Perbaikan ini juga menjadi perhatian langsung Bupati Pasuruan.
“Ini menjadi salah satu prioritas dan atensi langsung dari Pak Bupati,” ujarnya.
Penanganan dilakukan secara cepat karena statusnya darurat pascabencana. PUPR berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah daerah, hingga diputuskan perbaikan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
Di lokasi, pelaksana proyek dari CV Asta Guna Derma langsung ditunjuk untuk mengerjakan perbaikan. Total ada empat titik kerusakan yang akan ditangani.
Titik pertama berada di Jalan Tompo Truno, akses masuk Dusun Beji, dengan lebar 3,5 meter, panjang 20 meter, dan kedalaman ambrol sekitar 1 meter.
Titik kedua berada di jalur penghubung Dusun Beji–Ketiron dengan lebar 2,8 meter dan panjang 18 meter. Selain itu, perbaikan juga dilakukan di kawasan RT 03 dan RT 04, serta saluran air (U-Ditch) sepanjang 11 meter.
Pelaksana proyek, Deni, menyatakan kesiapan menyelesaikan pekerjaan dalam waktu singkat. Pengerjaan dijadwalkan mulai Sabtu (28/3/2026).
“Insya Allah siap kami kerjakan,” tegasnya.
Warga Dusun Beji menyambut baik langkah cepat pemerintah. Kerusakan jalan sebelumnya sempat menghambat akses keluar masuk warga ke jalan utama.
“Kami berterima kasih kepada Pak Bupati, PUPR, dan BPBD. Semoga segera selesai agar aktivitas warga kembali normal,” kata Kepala Wilayah Dusun Beji, Cahyo Adi.
Ke depan, warga berharap perbaikan dilakukan secara lebih permanen. Pasalnya, kerusakan jalan akibat tergerus banjir disebut sudah terjadi hingga tiga kali.
“Sudah ketiga kalinya. Harapannya bisa diusulkan di P-APBD untuk dibeton atau diaspal agar lebih kuat,” ujar salah satu warga, Muh Hidayat.
Diketahui, banjir bandang yang terjadi pada Selasa (24/3/2026) malam lalu mengakibatkan sejumlah kerusakan di Kabupaten Pasuruan. Di antaranya memutus akses jalan di Dusun Beji dan Ketiron, Kecamatan Beji. (don)





















