Bukan Kamera Puluhan Juta, Film Hollywood Ini Ternyata Direkam Pakai iPhone

13

Pasuruan (WartaBromo.com) – Perkembangan teknologi kamera smartphone semakin mengaburkan batas antara perangkat ponsel dan kamera profesional. Bahkan, sejumlah sineas dunia kini mulai memanfaatkan iPhone untuk memproduksi film layar lebar, dokumenter, hingga karya orisinal platform streaming.

Tren “Shot on iPhone” bukan lagi sekadar eksperimen kreatif. Beberapa film yang direkam menggunakan iPhone bahkan berhasil masuk festival internasional, meraih penghargaan bergengsi, hingga diproduksi oleh sutradara papan atas Hollywood.

Lantas, apa saja film yang direkam menggunakan iPhone?

1. Film 28 Years Later

Salah satu kabar paling mengejutkan datang dari film 28 Years Later. Sekuel film horor garapan sutradara legendaris Danny Boyle itu dilaporkan menggunakan lebih dari 20 unit iPhone 15 Pro Max sebagai kamera utama produksi.

Penggunaan iPhone dalam film ini bukan tanpa alasan. iPhone 15 Pro Max memiliki kemampuan merekam format log dan ProRes yang memberikan fleksibilitas tinggi dalam proses color grading atau pewarnaan gambar saat pascaproduksi.

Selain itu, ukuran perangkat yang ringkas membuat kru lebih leluasa mengambil sudut pandang ekstrem dan intim, terutama untuk adegan horor yang bergerak cepat. Mobilitas tersebut sulit dicapai jika menggunakan kamera sinema berukuran besar.

2. Tangerine

Sebelum era iPhone 15 Pro Max, film Tangerine sudah lebih dulu membuktikan bahwa smartphone bisa menghasilkan film berkualitas festival. Film drama-komedi independen itu direkam sepenuhnya menggunakan tiga unit iPhone 5s.

Kesuksesannya di Festival Film Sundance menjadi titik balik penting dalam industri perfilman independen. Banyak sineas mulai menyadari bahwa kekuatan cerita dan kreativitas visual lebih penting dibanding mahalnya peralatan produksi.

3. Film yang Disutradarai Steven Soderbergh

Sutradara ternama Steven Soderbergh juga ikut bereksperimen menggunakan iPhone dalam proses produksi filmnya. Film thriller psikologis Unsane direkam menggunakan iPhone 7 Plus.

Soderbergh menyebut penggunaan iPhone membuat proses syuting jauh lebih cepat karena kru tidak perlu memasang rig kamera besar dan berat. Setahun setelahnya, ia kembali menggunakan smartphone Apple untuk memproduksi High Flying Bird.

Film orisinal Netflix tersebut direkam memakai iPhone 8. Dalam produksinya, tim memanfaatkan aplikasi pihak ketiga seperti FiLMiC Pro agar hasil gambar terlihat lebih sinematik dan profesional.

4. Dokumenter Peraih Oscar

Teknologi iPhone ternyata tidak hanya digunakan dalam film fiksi. Film dokumenter pemenang Oscar Searching for Sugar Man juga memakai iPhone untuk mengambil beberapa footage tambahan.

Saat proses produksi, kru film dilaporkan kehabisan anggaran untuk membeli roll film 8mm. Sebagai solusi, mereka menggunakan iPhone untuk merekam sejumlah adegan tambahan.

Film tersebut akhirnya berhasil memenangkan penghargaan Oscar kategori Dokumenter Terbaik dan menjadi salah satu bukti bahwa kualitas cerita tetap menjadi faktor utama dalam dunia perfilman. (jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.