Tutur (WartaBromo.com) – Situasi keamanan di Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, belakangan ini membuat warga waswas. Bukan hanya aksi pencurian kendaraan bermotor, kasus pencurian hewan ternak juga mulai marak terjadi.
Kepala Desa Andonosari, Akhmad Pujianto mengatakan, percobaan pencurian sapi terjadi di Dusun Krajan 2 milik Samari, pada Sabtu (2/5/2026) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Beruntung, aksi pelaku berhasil digagalkan warga.
“Ada upaya pencurian hewan ternak sekitar setengah delapan malam. Tapi alhamdulillah belum sempat dibawa keluar, sudah ketahuan warga yang jaga,” kata Kepala Desa yang akrap dipanggil Antok tersebut, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, warga sekitar yang mendengar teriakan langsung keluar rumah dan melakukan pengecekan. Pelaku yang panik kemudian melarikan diri sebelum sempat membawa sapi curian tersebut.
Namun, kejadian itu bukan yang pertama. Sekitar sepekan sebelumnya pada Sabtu (25/4/2026) di Dusun Sawah Talun, Ansnan, seroang warga yang juga anggota Banser kehilangan seekor sapi. Hingga kini, keberadaan hewan ternak tersebut belum diketahui.
“Warga tahunya pagi saat mau memberi makan, sapinya sudah tidak ada. Diperkirakan hilangnya malam hari,” tambahnya.
Rentetan kejadian ini menambah kekhawatiran masyarakat. Antok menyebut, kondisi keamanan di wilayah Andonosari dan sekitarnya memang mulai tidak kondusif dalam beberapa waktu terakhir.
“Beberapa hari ini Desa Andonosari ada beberapa kejadian tindak pidana pencurian yang sangat meresahkan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain pencurian sapi, juga terjadi upaya pencurian sepeda motor yang berhasil digagalkan warga. Bahkan, sebelumnya juga sempat terjadi kehilangan hewan ternak yang hingga kini belum ditemukan.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah desa bersama masyarakat kini kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling). Warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dengan ronda malam di masing-masing wilayah.
Selain itu, sejumlah titik juga mulai menerapkan sistem buka-tutup akses jalan guna meminimalisir pergerakan pelaku kejahatan.
“Kita sudah menggalakkan lagi siskamling. Harapan kami, Desa Andonosari bisa kembali kondusif dan masyarakat tidak lagi resah dan dibantu pihak kepolisian,” jelasnya. (don)




















