Jalan Longsor Tiris Tak Bisa Tunggu 2027, Tokoh Masyarakat Turun Tangan Bangun Jalur Baru

14

Tiris (WartaBromo.com) – Warga Kecamatan Tiris akhirnya bisa sedikit bernapas lega. Setelah berbulan-bulan akses utama terganggu akibat longsor di Desa Segaran, jalur alternatif kini mulai dibangun agar mobilitas masyarakat kembali berjalan.

Menariknya, percepatan pembangunan jalur darurat itu tak hanya mengandalkan pemerintah. Sejumlah tokoh masyarakat dan dermawan ikut turun tangan membantu pembiayaan hingga mediasi pembebasan lahan.

Jalur alternatif tersebut disiapkan untuk menggantikan sementara ruas jalan Tiris–Krucil yang longsor sejak Februari lalu. Selama ini, akses kendaraan roda empat nyaris lumpuh karena separuh badan jalan amblas diterjang longsor.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra mengatakan, trase baru dibangun di sisi kiri jalan utama dari arah utara atau timur. Jalur itu memanfaatkan lahan milik tiga warga.

“Panjang jalurnya sekitar 30 sampai 40 meter dengan lebar empat meter. Badan jalan juga kami geser sekitar dua meter agar lebih aman,” kata Hengki, Sabtu (9/5/2026).

Tak sekadar membuka jalan baru, jalur tersebut juga diperkuat dengan tembok penahan tanah (TPT) karena kondisi kontur di lokasi rawan longsor.

Saat ini proses pengeprasan tanah mulai dilakukan. Setelah itu, jalur akan dilapisi Lapis Pondasi Atas (LPA) agar bisa segera difungsikan.

Targetnya, awal Juni mendatang jalur darurat itu sudah dapat dilalui masyarakat.
Namun, Hengki menegaskan tidak semua kendaraan boleh melintas. Jalur sementara hanya diperuntukkan bagi kendaraan ringan.

“Yang boleh melintas nanti motor, pikap, dan mobil pribadi. Kalau truk apalagi muatan kayu tidak diperbolehkan,” tegasnya.

Menurut Hengki, pembangunan jalur alternatif menjadi solusi tercepat dibanding menunggu pembangunan permanen yang prosesnya jauh lebih panjang.

Pasalnya, pembangunan jalan permanen membutuhkan tahapan penganggaran, pembebasan lahan, hingga proses fisik yang diperkirakan baru bisa dimulai pada awal 2027.

“Kalau menunggu APBD reguler terlalu lama. Paling memungkinkan lewat PAK, tapi tetap harus pembebasan lahan dan proses administrasi lainnya,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan itu, bantuan dari tokoh masyarakat dan para dermawan menjadi angin segar bagi warga Tiris.

“Ada tokoh masyarakat dan dermawan yang membantu sehingga jalur alternatif ini bisa cepat dibangun. Mereka juga ikut membantu komunikasi dengan warga terkait lahan,” imbuh Hengki.

Longsor yang memutus akses Tiris–Krucil sebelumnya terjadi di Dusun Kedungkokap RT 02 RW 03 Desa Segaran, Senin (23/2) lalu, setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras.
Akibatnya, jalur penghubung antarwilayah itu lumpuh total dan aktivitas warga terganggu selama berbulan-bulan. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.