Ngaku Dibegal Saat Hendak Temui Calon Istri, Pemuda di Puspo Ternyata Jual Motor untuk Bayar Utang

24
Foto: Ilustrasi AI

Puspo (WartaBromo.com) – Warga Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan sempat dibuat geger dengan kabar dugaan pembegalan di kawasan Jembatan Cerame, Dusun Gondosuli, Desa Puspo, Senin (11/5/2026) petang. Seorang pemuda mengaku dihadang tiga orang bersenjata clurit sebelum sepeda motornya dibawa kabur.

Korban diketahui bernama Muhammad Nur Alifi (20), warga Dusun Jurangcambah, Desa Jimbaran, Kecamatan Puspo. Kepada warga, ia awalnya mengaku menjadi korban pembegalan saat hendak menuju rumah calon istrinya di Gondosuli sekitar pukul 18.30 WIB.

Dalam pengakuan awalnya, Nur Alifi menyebut dirinya dihentikan tiga orang tak dikenal di Jembatan Cerame. Ketiganya disebut membawa clurit dan merampas sepeda motor Honda Vario biru tahun 2022 bernopol N 4015 TEA miliknya sebelum kabur ke arah Punjul.

Kabar itu cepat menyebar dan menjadi perbincangan warga. Namun, fakta di lapangan justru berbeda. Polisi menemukan bahwa motor tersebut ternyata dijual sendiri oleh pemiliknya.

“Sepeda motor itu dijual sendiri kepada seseorang bernama Sodik, warga Pasrepan, seharga Rp7,5 juta. Setelah menerima uang, korban diantar oleh rekannya menggunakan sepeda motor lain dan diturunkan di pertigaan Punjul,” kata Iptu Joko Suseno, Kasi Humas Polres Pasuruan, Rabu (13/5/2026).

Dari hasil penyelidikan sementara, motor tersebut dijual untuk menutupi utang pribadi korban. Fakta itu terungkap setelah pembeli motor mendatangi Polsek Puspo karena kasus tersebut telanjur viral di media sosial dan menimbulkan keresahan warga.

Belakangan, Nur Alifi juga menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengakui cerita pembegalan yang sebelumnya disampaikan hanyalah rekayasa.

“Berita itu tidak benar. Itu hanya cerita rekayasa belaka saya saja. Faktanya kendaraan bermotor saya jual untuk kebutuhan utang piutang,” ucap Nur Alifi dalam rekaman klarifikasinya.

Ia juga meminta maaf kepada masyarakat Puspo dan menegaskan tidak pernah terjadi aksi pembegalan di wilayah tersebut.

“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Puspo, Kabupaten Pasuruan, karena telah membuat kegaduhan. Saya tegaskan sekali lagi jika tidak pernah ada pembegalan di Desa Puspo,” lanjutnya.

Meski pengakuan telah disampaikan, polisi disebut masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami kasus tersebut. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.