Jembatan Kaca Bromo Siap Beroperasi Akhir Juni, Bidik Lonjakan Wisatawan Libur Sekolah

42
Jembatan kaca Bromo bakal beroperasi pada akhir Juni 2026

Malang (WartaBromo.com) – Setelah sempat lama dinanti, Jembatan Kaca Bromo akhirnya bersiap menyambut wisatawan. Destinasi ikonik yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) itu ditargetkan mulai beroperasi pada musim libur sekolah akhir Juni 2026.

Kepastian tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian pemanfaatan aset negara antara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) dan CV Sinergi Permata Semesta, bagian dari The Lawu Group, sebagai pengelola resmi jembatan kaca.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Kantor BB TNBTS, Kamis (11/6/2026). Sekaligus menjadi langkah awal pengoperasian salah satu wahana wisata yang digadang-gadang menjadi magnet baru kunjungan wisata di kawasan Bromo.

Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menjelaskan, kerja sama pemanfaatan aset Barang Milik Negara (BMN) tersebut berlaku selama lima tahun, terhitung sejak 11 Juni 2026 hingga 10 Juni 2031.

Menurut dia, seluruh aset yang disewakan akan dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas wisata alam dan peningkatan pelayanan kepada pengunjung.

“Pemanfaatan aset ini merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kualitas layanan wisata sekaligus mendukung pengembangan destinasi unggulan di kawasan Bromo,” kata Rudijanta.

Aset yang dikelola meliputi area jembatan kaca seluas 2.429 meter persegi, bangunan pendukung dan shuttle area seluas 791 meter persegi, serta jembatan pejalan kaki berlantai kaca dengan luas sekitar 360 meter persegi.

Rudijanta menjelaskan, pengelolaan tersebut merupakan tindak lanjut setelah infrastruktur Jembatan Kaca Bromo secara resmi diserahkan Kementerian Pekerjaan Umum kepada Kementerian Kehutanan pada Oktober 2025.

Menurutnya, pembangunan jembatan kaca menjadi bagian dari strategi penguatan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru sekaligus menambah variasi atraksi wisata berbasis alam di kawasan konservasi.

“Kolaborasi ini juga menjadi bentuk sinergi antara BB TNBTS dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk menghadirkan destinasi wisata yang berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama CV Sinergi Permata Semesta, Achmad Ridho, mengatakan pihaknya akan segera melakukan inspeksi teknis dan perawatan menyeluruh sebelum jembatan dibuka untuk umum.

Ia menargetkan seluruh persiapan dapat rampung sebelum puncak musim libur sekolah yang diperkirakan mulai berlangsung pada akhir Juni.

“Kami ingin memastikan seluruh aspek keamanan dan kenyamanan telah siap sebelum wisatawan mulai berkunjung,” kata Ridho.

Menurut dia, pengelolaan Jembatan Kaca Bromo akan mengacu pada standar operasional dan rekomendasi teknis yang telah ditetapkan Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur (BGTS).

Pengalaman mengelola destinasi serupa di Kemuning Sky Hills, Jawa Tengah, menjadi bekal penting bagi pihaknya dalam menjalankan operasional wahana tersebut.

Selain fokus pada keselamatan pengunjung, The Lawu Group juga berkomitmen memberdayakan masyarakat lokal dan pelaku UMKM di kawasan Bromo.

“Kami ingin keberadaan Jembatan Kaca Bromo tidak hanya menjadi daya tarik wisata baru, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dengan segera dibukanya Jembatan Kaca Bromo, kawasan wisata yang selama ini dikenal dengan panorama lautan pasir dan matahari terbit itu diperkirakan akan memiliki magnet baru.

Destinasi yang mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara selama musim liburan. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.