Probolinggo (WartaBromo.com) – Ada pesan tegas yang ingin disampaikan Pemerintah Kota Probolinggo kepada generasi muda: lebih baik membuka buku daripada mengisap vape.
Pesan itu menggema dalam peringatan Hari Baca Buku Nasional 2026 yang dikemas berbeda melalui talkshow bertajuk “Buka Buku, Tutup Vape”, Kamis (18/6/2026).
Ratusan pelajar SMP hingga SMA sederajat diajak membangun budaya literasi sekaligus memahami bahaya rokok elektronik yang kian marak di kalangan remaja.
Kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Probolinggo di Aula Bakesbangpol itu menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Baca Buku Nasional yang sebelumnya diisi lomba Story Telling dan Majalah Dinding (Mading) 3D.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menilai literasi menjadi benteng penting bagi generasi muda untuk menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk tren penggunaan vape yang semakin mengkhawatirkan.
“Anak-anak sekarang hidup di era digital yang serba cepat. Karena itu mereka harus memiliki kemampuan literasi yang baik agar bisa memilih mana yang bermanfaat dan mana yang justru merugikan masa depan,” kata Aminuddin.
Menurutnya, kebiasaan membaca bukan sekadar aktivitas akademik, tetapi investasi jangka panjang yang membentuk pola pikir kritis, kreatif, dan produktif.
Dalam kesempatan itu, Aminuddin juga mengingatkan para pelajar mengenai kandungan zat adiktif dalam vape yang sering kali dianggap lebih aman dibanding rokok konvensional.
“Jangan mudah tergoda karena dianggap tren. Kesehatan adalah modal utama untuk meraih cita-cita. Generasi muda harus berani mengatakan tidak pada vape dan zat adiktif lainnya,” tegasnya.
Kepala Dispersip Kota Probolinggo menjelaskan, tema “Buka Buku, Tutup Vape: Menjadi Generasi Literasi yang Anti Zat Adiktif” sengaja dipilih untuk menjawab dua tantangan besar yang dihadapi remaja saat ini, yakni rendahnya minat baca dan meningkatnya paparan gaya hidup tidak sehat.
“Literasi bukan hanya kemampuan membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami informasi dan mengambil keputusan yang benar dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Talkshow menghadirkan Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Eariani Aminuddin sebagai narasumber. Dalam sesi tersebut, para pelajar mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental serta risiko penggunaan rokok elektronik.
Suasana acara berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias berdiskusi, mengajukan pertanyaan, hingga berbagi pandangan tentang kebiasaan membaca dan pengaruh media sosial terhadap kehidupan remaja.
Sebagai penutup, panitia menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba Story Telling tingkat SMP/MTs dan lomba Mading 3D tingkat SMA/SMK/MA.
Melalui gerakan “Buka Buku, Tutup Vape”, Pemerintah Kota Probolinggo berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu menjaga kesehatan dan memiliki karakter kuat menuju Indonesia Emas 2045. (lai/saw)



















