Penambang Pasir Korban Letusan Sekunder Material Semeru Akhirnya Meninggal Dunia

27

Lumajang (Wartabromo.com) – Very Irawan (33), penambang pasir asal Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif luka bakar yang dideritanya akibat tertimbun Material panas gunung Semeru saat menambang di aliran Sungai Besuk Kobokan.

Korban mengembuskan napas terakhir di RSUD dr. Haryoto Lumajang pada Minggu (21/6/2026). Sebelumnya, ia dirawat karena mengalami luka bakar hingga 80 persen akibat insiden yang terjadi di kawasan penambangan pasir dekat Jembatan Besuk Kobokan.

Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Lumajang, Dwi Nur Cahyo, membenarkan kabar meninggalnya korban. Setelah dinyatakan meninggal dunia, petugas kemudian menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Insiden yang merenggut nyawa Very menjadi pengingat serius akan bahaya aktivitas penambangan di kawasan terdampak erupsi Gunung Semeru. Pasalnya, meski tidak sedang terjadi erupsi besar, material vulkanik yang tersisa di sepanjang aliran sungai masih menyimpan suhu panas yang sangat tinggi.

Di sisi lain, Bupati Lumajang Indah Amperawati kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan di zona rawan bencana, khususnya di sektor tenggara Besuk Kobokan.

Menurutnya, ancaman di kawasan tersebut tidak hanya berasal dari erupsi atau awan panas guguran. Sebaliknya, material vulkanik yang tampak sudah mengendap juga dapat memicu bahaya sekunder yang sulit diprediksi.

“Saya sudah menghimbau agar tidak melakukan aktivitas penambangan di sektor tenggara Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer,” tegas Indah.

Sementara itu, keluarga korban mengungkapkan kronologi kejadian yang menyebabkan Very mengalami luka bakar berat. Kakak korban, Aris Susanto, menjelaskan bahwa saat itu adiknya sedang menambang pasir bersama sejumlah rekan kerja di aliran Sungai Besuk Kobokan.

Namun, secara tiba-tiba material vulkanik panas yang masih tersimpan di tebing sungai longsor dan bersentuhan langsung dengan air dingin Akibatnya, terjadi letusan sekunder yang menyemburkan material panas ke arah korban.

“Awalnya korban menambang, kemudian tiba-tiba longsor dan terkena air sehingga terjadi letusan sekunder dan menimpa korban,” kata Aris.

Akibat semburan material panas tersebut, Very mengalami luka bakar di sebagian besar tubuhnya. Tim medis kemudian memberikan penanganan intensif di rumah sakit. Namun, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia. (rud)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.