Pandaan (WartaBromo.com) – Aksi yang diduga dilakukan kelompok gangster kembali meresahkan warga Kabupaten Pasuruan. Seorang remaja asal Kecamatan Gempol mengalami luka akibat senjata tajam setelah diserang saat bentrokan antarkelompok yang diduga telah dijanjikan melalui media sosial. Aksi tersebut bahkan terekam kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa itu terjadi di depan gang Dusun Gelang RT 05 RW 02, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (2/7/2026) dini hari sekitar pukul 01.45 WIB.
Korban diketahui bernama M. Septian Ramadhan (18), warga Dusun Ngerong RT 03 RW 03, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka di bagian kepala atas dan tangan kiri yang diduga akibat sabetan senjata tajam.
Berdasarkan hasil penyelidikan, kejadian bermula pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.
Korban bersama seorang saksi dan rekannya bernama Dafa berangkat dari rumah korban menggunakan sepeda motor Honda Spacy berwarna hijau bernopol N 3027 TDV menuju kawasan Bareng, Pandaan, untuk menonton balap liar.
Sekitar pukul 01.00 WIB, mereka bergabung dengan sekitar 10 orang yang tergabung dalam kelompok tongkrongan akun Instagram “WARUNG MISTIK”. Kelompok tersebut diketahui telah membuat janji bertemu dengan kelompok lain yang menggunakan akun Instagram “OFFICIAL HOROR”.
Pertemuan kedua kelompok itu diduga memang telah direncanakan untuk melakukan tawuran. Sekitar pukul 01.45 WIB, kelompok “OFFICIAL HOROR” datang ke lokasi dan bentrokan pun tidak dapat dihindari.
Saat situasi semakin ricuh, kelompok “WARUNG MISTIK” berusaha menyelamatkan diri dengan berlari masuk ke gang Dusun Gelang. Nahas, korban terjatuh saat berusaha melarikan diri.
Kesempatan itu dimanfaatkan sejumlah anggota kelompok lawan untuk menyerangnya menggunakan senjata tajam hingga korban mengalami luka serius di kepala dan tangan kiri.
Kapolsek Pandaan Kompol Slamet Prayitno membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, dari hasil penyelidikan sementara diketahui bentrokan itu diduga telah direncanakan sebelumnya melalui media sosial.
“Korban mengalami luka pada bagian kepala dan tangan kiri yang diduga akibat senjata tajam. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, memeriksa sejumlah saksi, serta memburu para pelaku yang terlibat dalam penyerangan tersebut,” ujar Slamet, Sabtu (4/7/2026).
Ia menambahkan, polisi juga tengah mendalami peran masing-masing anggota dari kedua kelompok yang terlibat tawuran serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian sebagai barang bukti.
“Kami mengimbau kepada para remaja agar tidak mudah terprovokasi mengikuti ajakan tawuran, terlebih yang diorganisasi melalui media sosial. Selain membahayakan diri sendiri, tindakan tersebut juga mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.
Aksi brutal tersebut terekam kamera CCTV dan videonya beredar di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan sejumlah remaja berlarian saat bentrokan terjadi, sementara korban diduga terjatuh sebelum akhirnya diserang menggunakan senjata tajam.
Hingga kini, polisi masih memburu pelaku sekaligus mendalami motif dan keterlibatan seluruh pihak dalam peristiwa yang membuat warga sekitar resah tersebut. (don)





















