Jalan Probolinggo-Lumajang Bakal Ditutup Dini Hari, Ada Perbaikan Rel di Malasan dan Jorongan

1094

Probolinggo (WartaBromo.com) – Pengendara yang melintas di jalur Probolinggo-Lumajang perlu bersiap menghadapi rekayasa lalu lintas. PT KAI Daop 9 Jember akan melakukan perbaikan rel di dua perlintasan Kabupaten Probolinggo, yakni JPL 13 Jorongan-Leces dan JPL 32 Jalan Raya Malasan.

Pekerjaan berlangsung bertahap mulai 20 Agustus hingga 2 September 2026. Penutupan akses tidak dilakukan sepanjang hari, melainkan pada jam-jam tertentu sesuai tahapan pekerjaan.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan, penutupan diperlukan karena sejumlah pekerjaan membutuhkan area perlintasan secara penuh.

“Penutupan dilakukan untuk menjamin keselamatan selama pekerjaan berlangsung. Pengguna jalan kami minta memperhatikan jadwal dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” kata Cahyo, Selasa (18/8/2026).

Di JPL No. 13 Jorongan-Leces, pekerjaan dimulai pada 20 Agustus. Pada 20-23 Agustus, lalu lintas akan menerapkan sistem buka-tutup pada pukul 22.00-05.00 WIB. Penutupan total kemudian diberlakukan pada 24-25 Agustus, sekitar pukul 02.30-06.00 WIB.

Pada 26-27 Agustus, kendaraan kembali dapat melintas secara normal sesuai perkembangan pekerjaan. Namun, penutupan total kembali dilakukan pada 28 Agustus, sekitar pukul 02.30-06.00 WIB.

Pekerjaan dilanjutkan pada 29 Agustus hingga 2 September untuk tahap pemadatan, penstabilan, dan penyelesaian akhir.

Sementara itu, di JPL No. 32 Jalan Raya Malasan, penutupan total dijadwalkan pada 26 Agustus 2026 pukul 03.30-05.00 WIB.

Setelah penutupan tersebut, pekerjaan dilanjutkan hingga 1 September, meliputi pemadatan, penstabilan, serta penyelesaian area perlintasan.

Cahyo menjelaskan, perbaikan dilakukan untuk menjaga kestabilan geometri rel sekaligus meningkatkan keandalan prasarana perkeretaapian.

Di JPL Jorongan-Leces, pemeriksaan menemukan adanya penurunan jalur rel, material halus yang menumpuk pada balas dan berpengaruh terhadap drainase, serta permukaan aspal yang retak dan bergelombang.

Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan tingginya beban kendaraan berat dan getaran kendaraan yang melintas.

Perbaikan antara lain mencakup penggantian rel R54 sepanjang 13 meter, penambahan balas kricak sekitar 21 meter kubik, pembenahan drainase, serta pekerjaan angkat-listring dan pemadatan.

KAI juga akan menggunakan beton CLC pada struktur perlintasan. Sistem tersebut dirancang modular sehingga dapat dipasang maupun dibongkar ketika dilakukan pemeliharaan.

“Metode pekerjaan kami sesuaikan dengan kondisi masing-masing perlintasan. Tujuannya bukan hanya memperbaiki bagian yang mengalami gangguan, tetapi juga menjaga keandalan rel dalam jangka panjang,” ujar Cahyo.

Untuk JPL Malasan, pekerjaan meliputi pengerasan dan pembenahan permukaan perlintasan menggunakan aspal serta penggantian rel R54.

Selama pekerjaan berlangsung, KAI berkoordinasi dengan kepolisian, Dinas Perhubungan, pemerintah daerah, dan pihak terkait untuk mengatur lalu lintas.

Khusus kendaraan yang melintas di JPL Jorongan-Leces, pengguna sepeda motor dapat memanfaatkan jalur alternatif melalui JPL No. 14.

Sementara kendaraan roda empat atau lebih dapat menggunakan jalur alternatif melalui jalan tol maupun jalur non-tol dengan menyesuaikan kondisi dan arahan petugas.

KAI mengingatkan pengguna jalan untuk memperhitungkan tambahan waktu perjalanan, mematuhi rambu serta rekayasa lalu lintas, dan tidak menerobos barikade di area pekerjaan.

“Keselamatan menjadi prioritas. Kami meminta pengguna jalan bersabar dan mengikuti rekayasa lalu lintas selama pekerjaan berlangsung,” kata Cahyo. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.