Lima Pasar Tradisional di Kota Probolinggo Bakal Direvitalisasi, Pasar Baru Jadi Prioritas

10

Probolinggo (WartaBromo.com) – Pemerintah Kota Probolinggo mulai menyiapkan program revitalisasi lima pasar tradisional sebagai upaya meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli. Pembenahan dilakukan secara bertahap, dengan Pasar Baru menjadi prioritas utama hingga 2027.

Rencana tersebut mengemuka dalam audiensi pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Probolinggo bersama Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, di Kantor Wali Kota, Rabu (16/7/2026).

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (DKUMP) Kota Probolinggo, Agus Efendi, mengatakan revitalisasi difokuskan pada perbaikan infrastruktur yang selama ini menjadi keluhan pedagang.

“Pembenahan dilakukan bertahap, mulai dari saluran drainase, talang, lantai hingga penerangan agar kondisi pasar semakin nyaman,” ujarnya.

Selain perbaikan fisik, pemerintah juga akan mengintensifkan kerja bakti rutin dengan melibatkan petugas pasar dan para pedagang. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kebersihan sekaligus meningkatkan daya tarik pasar tradisional.

Agus menyebut revitalisasi akan dibiayai melalui anggaran daerah dan didukung kolaborasi dengan APPSI sebagai mitra pemerintah dalam pengelolaan pasar.

Ketua DPD APPSI Kota Probolinggo, M. Izzul Islam, menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, pembenahan pasar menjadi kebutuhan mendesak agar pasar tradisional tetap mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.

“Kami siap mendukung program pemerintah agar pasar tradisional semakin tertata dan mampu meningkatkan kesejahteraan pedagang,” katanya.

Dalam dialog tersebut, para pengurus APPSI juga menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari penataan ruang dagang, perbaikan fasilitas, hingga usulan pembentukan sekretariat organisasi sebagai pusat koordinasi pedagang.

Menanggapi berbagai masukan itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan revitalisasi tidak hanya menyasar bangunan, tetapi juga perubahan tata kelola pasar agar lebih modern dan kompetitif.

“Pasar tradisional harus menjadi tempat yang bersih, nyaman, aman, dan mampu bersaing. Kami juga mendorong digitalisasi serta penguatan koperasi agar pedagang semakin berkembang,” ujar Aminuddin.

Menurutnya, pasar tradisional memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat sinergi dengan APPSI dan para pedagang agar proses revitalisasi berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Dengan pembenahan bertahap tersebut, Pemkot Probolinggo berharap pasar tradisional tidak hanya menjadi pusat transaksi ekonomi, tetapi juga berkembang sebagai ruang usaha yang lebih tertata dan menarik bagi masyarakat. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.