Musim Kemarau Bikin Probolinggo Rawan Kebakaran, Damkar Minta Warga Waspadai Angin Gending

14

Probolinggo (Wartabromo.com) – Kasus kebakaran di wilayah Kabupaten Probolinggo, menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

Data dari Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) mencatat sebanyak 15 peristiwa kebakaran terjadi sepanjang Juni 2026. Memasuki Juli, jumlah tersebut meningkat tajam menjadi 25 kejadian.

Komandan Regu (Danru) Pos Damkar Tongas, Danang Purwanto, mengatakan lonjakan kasus kebakaran dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang memang menjadi siklus tahunan saat musim kemarau.

“Memasuki musim kemarau, suhu udara yang tinggi disertai hembusan angin kencang membuat api lebih mudah muncul dan cepat membesar,” ujar Danang, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, Kabupaten Probolinggo memiliki karakteristik angin musiman yang dikenal sebagai Angin Gending atau Angin Muson Timur. Fenomena ini membuat kobaran api lebih cepat merambat sehingga risiko kebakaran menjadi lebih tinggi.

Meski demikian, Danang menegaskan bahwa faktor cuaca bukan satu-satunya penyebab meningkatnya kebakaran. Kelalaian manusia juga masih menjadi penyebab utama berbagai insiden yang terjadi.

Menurutnya, kebiasaan membakar sampah di lahan terbuka tanpa pengawasan menjadi salah satu pemicu yang paling sering ditemui. Api yang ditinggalkan sebelum benar-benar padam berpotensi kembali menyala dan merembet ke area di sekitarnya, terlebih saat angin bertiup kencang.

Ia menambahkan, periode musim kemarau dan angin kencang biasanya mulai berlangsung sejak Juni dan diperkirakan masih akan berlanjut hingga Agustus, September, bahkan berpotensi sampai Oktober.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diimbau untuk tidak membakar sampah sembarangan serta memastikan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan guna mencegah terjadinya kebakaran. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.