Pasuruan (WartaBromo.com) – Pembangunan Jembatan Buk Wedi di Jalan Ir H. Juanda, Kota Pasuruan terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga awal Agustus 2026, progres pengerjaan telah mencapai 73 persen dan ditargetkan selesai lebih cepat, yakni pada 9 September 2026.
Pantauan WartaBromo di lokasi, Rabu (5/8/2026) pagi, pembangunan jembatan kini sudah mulai memasuki tahap akhir. Struktur utama jembatan telah berdiri kokoh, sementara sejumlah pekerjaan finishing terus dikebut.
Pekerja tampak menyelesaikan bagian sisi kanan dan kiri jembatan, termasuk pembangunan jalan akses alternatif bagi warga di kedua sisi jembatan yang nantinya akan mempermudah mobilitas masyarakat.
Pelaksana proyek, Ismail, mengatakan saat ini pekerjaan memasuki tahap akhir. Setelah proses pengecoran selesai dan beton mencapai kekuatan yang dibutuhkan, proyek akan dilanjutkan dengan pengaspalan yang dijadwalkan pada akhir Agustus.
“Progres sudah 73 persen. Aspal rencananya akhir Agustus. Insyaallah bisa lebih cepat, targetnya sekitar tanggal 9 September sudah selesai,” kata Ismail, saat dikonfirmasi.
Menurutnya, progres finishing jembatan masih tahap proses. “Sekarang tinggal menunggu beton siap untuk dilaksanakan pengaspalan. Setelah itu tinggal pekerjaan finishing, termasuk pengecoran kanan-kiri sebagai akses masyarakat,” tambahnya.
Selain badan jembatan, pekerjaan juga difokuskan pada penyelesaian akses jalan di kedua sisi agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman saat jembatan dibuka.
Kabar tersebut disambut baik warga sekitar. Suparman, salah seorang warga, mengaku pembangunan jembatan menjadi harapan besar bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun harus menghadapi banjir akibat luapan Sungai Petung.
Menurutnya, setiap musim hujan, air bercampur lumpur kerap menggenangi Jalan Ir H. Juanda hingga masuk ke permukiman warga. Kondisi itu tidak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga membahayakan pengguna jalan.
“Sudah lama kami menunggu pembangunan ini. Dulu kalau banjir, lumpur sampai ke jalan dan rumah-rumah warga. Bahkan pernah ada orang yang jatuh hingga meninggal karena kondisi jalan yang tergenang lumpur,” ungkapnya.
Jembatan Buk Wedi memang menjadi salah satu titik rawan banjir di jalur Pantura Pasuruan. Saat debit Sungai Petung meningkat, material kayu yang terbawa arus kerap tersangkut di bawah jembatan sehingga aliran air tertahan dan meluap ke badan jalan.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Doddy Hanggodo saat meninjau lokasi pada Mei lalu menjelaskan bahwa jembatan sengaja ditinggikan agar aliran Sungai Petung lebih lancar dan tidak lagi terhambat saat terjadi banjir kiriman dari wilayah hulu.
Menurutnya, penyempitan dan pendangkalan sungai menyebabkan kayu-kayu yang terbawa arus mudah tersangkut di bawah jembatan.
Dengan elevasi jembatan yang lebih tinggi, diharapkan aliran air dapat mengalir bebas menuju hilir sehingga risiko banjir di jalur Pantura maupun permukiman sekitar dapat berkurang secara signifikan.
Proyek penggantian Jembatan Buk Wedi sendiri mulai dikerjakan sejak 6 April 2026 oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Selama proses pembangunan, Jalan Ir H. Juanda ditutup total dan arus lalu lintas dialihkan demi mendukung pekerjaan konstruksi sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.
Diketahui, apabila target penyelesaian pada awal September tercapai, Jembatan Buk Wedi akan selesai lebih cepat dari perkiraan awal dan diharapkan segera menjadi solusi permanen bagi persoalan banjir yang selama ini menjadi momok bagi warga maupun pengguna jalur Pantura Pasuruan. (don)





















