Kabupaten Pasuruan Masuk 10 Besar Penemuan TBC Tertinggi di Jatim

20

Bangil (WartaBromo.com) – Kasus Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Pasuruan saat ini masuk dalam 10 besar daerah dengan penemuan kasus tertinggi di Jawa Timur.

Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan menegaskan, tingginya angka penemuan tersebut tidak serta-merta menunjukkan buruknya kondisi kesehatan masyarakat. Sebaliknya, hal itu dinilai menjadi indikator aktifnya upaya pelacakan dan penemuan kasus atau case finding yang dilakukan petugas kesehatan.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Pasuruan, dr. Melina, mengatakan TBC memiliki fenomena seperti gunung es. Artinya, masih terdapat kasus yang belum terdeteksi di tengah masyarakat.

Menurutnya, semakin banyak kasus tersembunyi yang berhasil ditemukan dan ditangani sejak dini, semakin cepat pula upaya pengobatan dan pemutusan rantai penularan dilakukan.

“Tingginya angka penemuan TBC ini justru menjadi indikator bahwa sistem pelacakan kita berjalan efektif. Jika kasus tidak ditemukan dan tidak diobati, mereka akan terus menularkan ke orang lain di sekitarnya,” kata Melina saat ditemui, Jumat (11/9/2026).

Untuk mengoptimalkan deteksi dini, Dinkes Kabupaten Pasuruan kini mengintegrasikan skrining TBC dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Skrining tersebut dilaksanakan di 150 lokasi yang tersebar di 24 kecamatan.

Sasarannya cukup beragam, mulai dari sekolah, balai desa, kantor kecamatan hingga pondok pesantren.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat yang mengikuti CKG dan terindikasi memiliki risiko TBC akan diarahkan menjalani pemeriksaan foto toraks menggunakan fasilitas Mobile X-Ray.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi TBC, pemeriksaan dilanjutkan dengan Tes Cepat Molekuler (TCM) menggunakan sampel dahak untuk memastikan diagnosis.

Mengapa Kasus TBC Tinggi di Puskesmas Raci ?

Sementara itu, tingginya angka penemuan kasus TBC di wilayah kerja Puskesmas Raci juga mendapat penjelasan dari Dinkes Kabupaten Pasuruan.

Melina menyebut tingginya angka tersebut lebih berkaitan dengan sistem pencatatan dan administrasi pelayanan kesehatan, bukan semata-mata karena terjadi lonjakan kasus TBC di wilayah Raci.

Puskesmas Raci diketahui menjadi fasilitator sekaligus pengampu wilayah kerja RSUD Bangil yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Pasuruan.

Dengan demikian, temuan kasus TBC dari pasien yang mendapatkan pelayanan maupun rujukan di RSUD Bangil turut terakumulasi dalam pencatatan Puskesmas Raci.

“Puskesmas Raci mengampu wilayah RSUD Bangil. Jadi, temuan kasus di rumah sakit tersebut masuk ke dalam pencatatan Puskesmas Raci, sehingga angkanya terlihat paling tinggi,” jelasnya.

Dinkes juga mengimbau masyarakat tidak takut menjalani pemeriksaan TBC maupun memberikan stigma negatif terhadap penderita.

Saat ini, biaya pengobatan TBC di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas dan klinik, telah dijamin pemerintah melalui BPJS Kesehatan.

Selain itu, bagi pasien TBC Resisten Obat (TB-RO), telah tersedia regimen pengobatan terbaru dengan durasi terapi yang lebih singkat.

Jika sebelumnya pengobatan TB-RO membutuhkan waktu cukup panjang, kini durasinya dapat dipangkas menjadi sekitar enam bulan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga dinyatakan sembuh. (Fir)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.