Kasus ISPA, Naik Tiga Bulan, Dinkes Kota Pasuruan Perkuat Pencegahan di Musim Kemarau

13

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Pasuruan tercatat meningkat selama tiga bulan berturut-turut. Menghadapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan mendorong masyarakat memperkuat langkah pencegahan, terutama di tengah musim kemarau yang memicu banyaknya debu di lingkungan.

Data Dinkes Kota Pasuruan mencatat 5.093 kasus ISPA pada Juni 2026. Angka tersebut naik menjadi 5.907 kasus pada Juli dan kembali meningkat menjadi 6.176 kasus pada Agustus.

Artinya, dalam tiga bulan terakhir terjadi penambahan 1.083 kasus atau sekitar 21,26 persen dibandingkan Juni.

Kondisi cuaca menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai. Musim kemarau panjang membuat sebaran debu di jalanan maupun lingkungan sekitar rumah cenderung meningkat. Paparan debu dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama masyarakat yang banyak beraktivitas di luar rumah.

Selain faktor lingkungan, perubahan cuaca yang cukup ekstrem juga dapat membuat daya tahan tubuh lebih rentan terhadap infeksi virus maupun bakteri.

Kondisi itu membuat Dinkes Kota Pasuruan mendorong masyarakat tidak hanya mengandalkan pengobatan ketika sudah sakit, tetapi memperkuat pencegahan sejak dari lingkungan dan kebiasaan sehari-hari.

Kepala Dinkes Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena, mengatakan pencegahan ISPA dapat dilakukan mulai dari kebiasaan sederhana, termasuk menjaga kebersihan diri dan menggunakan masker ketika berada di ruang terbuka maupun tempat umum.

“Pertama personal hygiene ditingkatkan dengan CTPS dan menggunakan masker bila di ruang terbuka dan tempat-tempat umum,” kata Shierly, Rabu (16/9/2026).

Menurut Shierly, upaya pencegahan juga perlu dilakukan dengan mengurangi paparan asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif. Pencegahan sejak dini juga menjadi bagian dari upaya Dinkes dalam menjaga kesehatan masyarakat.

“Kemudian upaya pencegahan sejak dini dengan imunisasi PCV bagi bayi,” ujarnya.

Selain langkah tersebut, masyarakat Kota Pasuruan diimbau menggunakan masker ketika keluar rumah, terutama bagi pengendara sepeda motor dan warga yang berada di kawasan dengan paparan debu atau polusi cukup tinggi.

Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin sesuai kebutuhan, serta mencukupi waktu istirahat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi apabila tidak diperlukan, khususnya ketika paparan debu sedang tinggi.

Dengan langkah pencegahan tersebut, Dinkes berharap masyarakat dapat ikut berperan menekan risiko ISPA sekaligus menjaga kondisi kesehatan keluarga di tengah musim kemarau. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.