Polisi Temui Para Korban Begal Bokong di Tutur

14

Tutur (WartaBromo.com) – Dugaan aksi pelecehan seksual terhadap perempuan di jalanan wilayah Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, mulai ditindaklanjuti polisi. Sejumlah korban dipertemukan dengan pihak kepolisian dan Pemerintah Desa Andonosari dalam mediasi pada Senin (28/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, polisi menggali keterangan dari para korban. Mereka dimintai penjelasan mengenai kronologi kejadian, modus pelaku, lokasi kejadian, hingga frekuensi masing-masing korban mengalami dugaan pelecehan.

Sekretaris Desa Andonosari, Sri Puji Astuti, mengatakan mediasi tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut atas keresahan warga yang sebelumnya mengaku mengalami kejadian serupa.

“Iya kemarin memang mediasi, bersama pihak kepolisian di kantor balai desa. Untuk mengetahui kronologi hingga modus,” kata Puput, sapaan akrabnya, Selasa (29/9/2026).

Selain itu, pihak desa masih berupaya mengkondisikan korban-korban lain yang sebelumnya berhalangan hadir dalam mediasi. Mereka diharapkan dapat memberikan keterangan kepada polisi terkait kejadian yang pernah dialami.

“Desa mengkondisikan korban-korban sebelumnya yang berhalangan hadir,” ujarnya.

Sebelumnya, keresahan warga di Kecamatan Tutur mencuat setelah dua perempuan melaporkan dugaan pelecehan seksual yang mereka alami kepada Pemerintah Desa Andonosari pada Senin (21/9/2026).

Setelah informasi tersebut disampaikan ke sejumlah dusun dan wilayah sekitar, warga yang mengaku pernah mengalami kejadian serupa bertambah hingga sekitar 10 orang. Mereka berasal dari sejumlah wilayah di Kecamatan Tutur, di antaranya Andonosari, Wonosari, Tutur, Palangsari hingga Gendro.

Modus yang disampaikan para korban disebut hampir sama. Pelaku menggunakan sepeda motor tanpa pelat nomor, mengenakan jaket dan masker untuk menutupi identitas.

Pelaku kemudian membuntuti perempuan yang melintas. Saat kondisi dianggap memungkinkan, pelaku mendekati korban dan menyentuh bagian sensitif tubuh, termasuk payudara hingga bokong. Setelah itu, pelaku langsung melarikan diri.

Aksi tersebut disebut lebih sering terjadi pada siang hari. Kondisi ini membuat sejumlah perempuan di Tutur waswas ketika harus bepergian seorang diri.

Dengan adanya mediasi tersebut, polisi kini mulai menggali keterangan langsung dari para korban. Sementara itu, pihak desa masih berupaya mengumpulkan korban lain yang belum dapat hadir agar kejadian yang mereka alami juga bisa ditindaklanjuti. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.