Influenza A Belum Terdeteksi di Kabupaten Pasuruan, Kasus ISPA Justru Naik

6

Bangil (WartaBromo.com) – Masyarakat di Kabupaten Pasuruan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus influenza, hal tersebut menyusul meningkatnya aktivitas penyakit saluran pernapasan di tengah kondisi cuaca yang dinilai cukup ekstrem.

Meski demikian, hingga Senin (5/10/2026), belum ada laporan kasus Influenza A yang terdeteksi di Kabupaten Pasuruan.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Pasuruan, dr. Melina, mengatakan pihaknya belum menerima laporan masyarakat yang terpapar Influenza A.

“Kalau Influenza tipe A itu, kalau di Kabupaten Pasuruan sampai per hari ini masih belum ada laporan terkait kasus Influenza tipe A,” kata Melina.

Namun menurut Melina, kondisi tersebut bukan berarti masyarakat bisa mengabaikan peningkatan penyakit saluran pernapasan. Melina menyebut, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara keseluruhan justru mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya.

Hanya saja, Dinkes belum dapat menyajikan angka terbaru secara spesifik. Hal itu lantaran pencatatan kasus ISPA saat ini tengah mengalami proses migrasi ke aplikasi program yang baru.

“Kalau kasus ISPA secara keseluruhan memang ada peningkatan dari bulan kemarin sampai ke bulan ini. Tapi untuk angkanya masih belum bisa ditarik karena sedang ada peralihan program baru, ada aplikasi baru untuk ISPA dan masih dimigrasi,” jelasnya.

Melina menegaskan, peningkatan kasus ISPA tersebut tidak bisa serta-merta disebut sebagai kasus Influenza A. Sebab, untuk memastikan seseorang terinfeksi virus influenza tipe tertentu, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kasusnya ISPA secara keseluruhan, bukan yang spesifik Influenza A. Untuk mengetahui tipenya itu harus ada pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Data Nasional Jadi Alarm Kewaspadaan

Kewaspadaan di daerah tersebut sejalan dengan perkembangan surveilans influenza secara nasional. Berdasarkan pemantauan Kementerian Kesehatan hingga minggu ke-36 tahun 2026, proporsi spesimen positif influenza mencapai 46 persen dari 185 spesimen yang diperiksa.

Angka tersebut menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas influenza perlu mendapat perhatian, terutama ketika masyarakat mulai menghadapi perubahan kondisi cuaca.

Di Kabupaten Pasuruan sendiri, kondisi cuaca yang dinamis dan ekstrem dinilai dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit saluran pernapasan.

Melina mengatakan, masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap perlu memperkuat langkah pencegahan. Terutama kelompok yang lebih rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta.

“Jangan panik. Yang penting tetap jaga kebersihan, terutama etika batuk harus lebih diperhatikan. Kemudian perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga harus ditingkatkan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat ketika sedang sakit. Penggunaan masker, menurutnya, tidak semata-mata menjadi tanggung jawab orang sehat, tetapi justru penting dilakukan oleh orang yang sedang mengalami gejala penyakit pernapasan agar tidak menularkan kepada orang lain.

“Yang sakit harus lebih sadar diri untuk bisa memakai masker. Bukan malah yang sehat yang pakai masker,” tegasnya.

Dengan belum ditemukannya Influenza A di Kabupaten Pasuruan, pemerintah masih memiliki ruang untuk memperkuat pencegahan sekaligus memperbaiki sistem pemantauan kasus. Terlebih, data ISPA terbaru belum dapat ditampilkan akibat proses migrasi aplikasi.

Kondisi tersebut membuat penguatan surveilans dan kecepatan pencatatan kasus menjadi penting, sehingga peningkatan penyakit pernapasan di masyarakat dapat segera terbaca dan dibedakan antara ISPA secara umum dengan infeksi influenza yang terkonfirmasi.

Masyarakat pun diimbau tidak menunggu munculnya kasus Influenza A untuk mulai menerapkan pencegahan. Menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, meningkatkan PHBS, serta menggunakan masker ketika sedang sakit menjadi langkah sederhana untuk menekan risiko penularan. (Fir)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.