Pembalap Downhill Nasional Bakal Jajal Lintasan Baru di Lereng Gunung Arjuno

8

Pasuruan (WartaBromo.com) – Puluhan pembalap downhill bakal bersaing di Arjuno Bike Park, Pasuruan, pada 16-18 Oktober 2026. Mereka akan menghadapi lintasan yang mengalami perubahan hingga 45 persen dalam putaran kedua kejuaraan 76 Ultimate Downhill 2026.

Lintasan yang berada di lereng Gunung Arjuno itu memiliki panjang hampir 1.800 meter. Selain lebih panjang dibandingkan rata-rata lintasan tahun sebelumnya, jalur yang digunakan juga mengalami sejumlah perubahan dengan kombinasi rintangan alami dan buatan.

Perubahan tersebut menuntut pembalap untuk kembali beradaptasi sebelum berlomba. Mereka harus mampu mengendalikan sepeda saat melintasi medan berbatu, melewati tikungan, hingga menjaga kecepatan di jalur menurun.

Event Director 76 Ultimate Downhill, Aditya Nugraha, mengatakan perubahan lintasan dilakukan untuk memberikan tantangan berbeda kepada para pembalap.

“Di sini panjang lintasannya hampir 1.800 meter dan panjang itu cukup ideal dengan semangat kami untuk meningkatkan skill rider downhill di Indonesia,” kata Aditya.

Menurut dia, panjang lintasan tahun ini bertambah dibandingkan rata-rata trek yang digunakan pada tahun sebelumnya, yakni sekitar 1.500 meter.

Arjuno Bike Park sebenarnya sudah cukup dikenal oleh pembalap asal Jawa Timur sebagai lokasi latihan. Namun, perubahan jalur hingga 45 persen membuat mereka tetap harus mempelajari karakter lintasan yang digunakan dalam kejuaraan kali ini.

Salah satu pembalap yang akan bersaing di kelas Men Elite adalah Agung Prio Apriliano dari Astrindo Racing. Pembalap asal Jawa Timur yang menyandang gelar juara nasional 2025 dan 2026 itu mengaku siap tampil maksimal.

“Dengan selisih 50 poin dari Andy Yoga, main aman jelas bukan pilihan jika target utamanya adalah mengamankan gelar juara umum. Pendekatan saya di Arjuno adalah all-out namun tetap terkalkulasi,” ujar Agung.

Untuk menghadapi perubahan lintasan, Agung juga memperhatikan pengaturan suspensi dan pemilihan ban. Menurutnya, persiapan tersebut penting untuk menjaga traksi atau daya cengkeram ban, terutama ketika melewati medan berbatu dan tikungan teknis.

“Ini memungkinkan saya menjaga traksi dengan tekanan ban yang ideal, sehingga saya bisa membawa momentum kecepatan keluar dari rock garden atau tikungan teknis jauh lebih mulus dan agresif,” jelasnya.

Selain Agung, Mohammad Abdul Hakim atau Jambol dari tim 76 Rider DH Squad juga akan meramaikan persaingan. Ia mengaku telah menjalani persiapan fisik, latihan di lintasan, serta penyesuaian sepeda untuk menghadapi balapan di Arjuno.

“Fokus saya sekarang adalah tampil sebaik mungkin di Arjuno, mencatatkan waktu kompetitif, dan mengeruk poin sebanyak mungkin supaya peluang juara umum makin terbuka,” kata Jambol.

Dalam balap downhill, peserta harus menuruni lintasan berbukit dengan waktu secepat mungkin. Mereka dituntut memiliki kecepatan sekaligus kemampuan mengendalikan sepeda saat menghadapi berbagai rintangan.

Kejuaraan ini mempertandingkan 10 kelas, meliputi Men Elite, Women Elite, Junior, Men Youth, Women Youth, Men Master A, Men Master B, Men Master C, Men Sport A, dan Men Sport B.

Kelas Men Elite, Women Elite, dan Junior menjadi kategori prestasi. Sementara kelas youth, master, dan sport menjadi wadah bagi pembalap dari kelompok usia dan kategori berbeda untuk berkompetisi.

Diketahui, putaran kedua di Pasuruan ini melanjutkan rangkaian 76 Ultimate Downhill 2026 yang sebelumnya digelar di Bukit Hijau Bike Park, Bantul, Yogyakarta, pada Mei lalu. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.