Ansor Kraksaan dan Bawaslu Probolinggo Perkuat Pengawasan Partisipatif

24

Kraksaan (WartaBromo.com) – Pengawasan Pemilu tidak cukup hanya mengandalkan penyelenggara. Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk mencegah politik uang, politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta pelanggaran lain yang dapat mengganggu kualitas demokrasi.

Semangat itu mengemuka dalam pertemuan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kraksaan dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Probolinggo di kantor Bawaslu setempat, Jalan MT Haryono, Kelurahan Semampir, Kamis (29/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama untuk memperluas pendidikan politik dan pengawasan partisipatif hingga tingkat desa. Kedua pihak juga membahas penyusunan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan kolaborasi.

Rombongan GP Ansor Kraksaan dipimpin Ketua PC GP Ansor Kraksaan Abd Rahman, didampingi Sekretaris Abd Wahid dan sejumlah kader. Mereka diterima Ketua Bawaslu Kabupaten Probolinggo Yonki Hendriyanto bersama jajaran anggota dan kepala kesekretariatan.

Dalam pertemuan itu, Ansor Kraksaan dan Bawaslu membahas empat bidang kerja sama. Pertama, sosialisasi dan pendidikan politik kepada masyarakat. Kedua, pelibatan kader dalam pengawasan partisipatif.

Dua bidang lainnya mencakup pertukaran informasi mengenai dugaan pelanggaran Pemilu serta kampanye untuk menolak politik uang dan ujaran kebencian.

Abd Rahman mengatakan, Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) memiliki jaringan kader hingga tingkat desa. Jaringan tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan edukasi politik sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap proses demokrasi.

Menurut Rahman, kader muda Nahdlatul Ulama (NU) perlu mengambil bagian dalam menjaga integritas Pemilu dan Pilkada.

“Pengawasan demokrasi membutuhkan partisipasi masyarakat. Kami ingin kader ikut mendorong Pemilu yang jujur, adil, dan bebas dari praktik yang mencederai demokrasi,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut menjadi program yang menyentuh masyarakat secara langsung.

Ketua Bawaslu Kabupaten Probolinggo Yonki Hendriyanto menyambut baik inisiatif kerja sama yang diajukan Ansor Kraksaan. Ia menilai keterlibatan organisasi kepemudaan, kemasyarakatan, dan keagamaan dapat memperkuat pengawasan di luar mekanisme formal penyelenggaraan Pemilu.

Yonki juga mengapresiasi langkah Ansor yang secara resmi datang untuk menjajaki kolaborasi dengan lembaga pengawas Pemilu tersebut.

“Kami menyambut baik inisiatif ini. Partisipasi organisasi masyarakat menjadi dukungan positif bagi penguatan pengawasan Pemilu,” kata Yonki.

Sebagai tindak lanjut, Bawaslu Kabupaten Probolinggo bersama PC GP Ansor Kraksaan akan menyiapkan draf MoU atau perjanjian kerja sama. Dokumen tersebut nantinya menjadi acuan untuk mengatur bentuk kegiatan, pembagian peran, dan pelaksanaan program yang disepakati.

Kerja sama ini diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan politik sekaligus mendorong warga lebih aktif melaporkan dugaan pelanggaran sesuai mekanisme yang berlaku.

Dengan keterlibatan organisasi yang memiliki jaringan hingga tingkat desa, pengawasan partisipatif diharapkan tidak hanya berlangsung menjelang pemungutan suara, tetapi juga tumbuh sebagai kesadaran bersama dalam menjaga proses demokrasi.
(fat/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.