Probolinggo (WartaBromo.com) – Upaya mencegah penyalahgunaan narkoba tidak cukup mengandalkan aparat penegak hukum. Keterlibatan keluarga, pemerintah desa, tokoh agama, dan organisasi masyarakat diperlukan agar pencegahan menjangkau lingkungan tempat warga beraktivitas sehari-hari.
Pendekatan itu menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui penetapan 10 desa sebagai Desa Bersih Narkoba (Bersinar).
Program tersebut diharapkan memperkuat kesadaran masyarakat sekaligus membangun lingkungan yang lebih tangguh terhadap ancaman narkotika.
Deklarasi 10 Desa Bersinar digelar di Auditorium Madakaripura, Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (29/10/2026). Kegiatan dipimpin Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, yang juga menjabat Ketua Satlak P4GN Kabupaten Probolinggo.
Sepuluh desa tersebut tersebar di tiga kecamatan. Di Kecamatan Banyuanyar terdapat Desa Alassapi. Kecamatan Paiton meliputi Desa Sumberejo, Petunjungan, Plampang, Randutatah, dan Jabungsisir. Adapun di Kecamatan Maron terdapat Desa Brabe, Satreyan, Puspan, dan Suko.
Wabup Fahmi mengatakan, upaya melindungi masyarakat dari narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Pemerintah dan aparat tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan keluarga serta masyarakat.
Menurut dia, penyalahgunaan narkoba berpotensi merusak masa depan generasi muda, mengganggu kehidupan keluarga, dan menimbulkan persoalan sosial yang lebih luas.
“Pencegahan narkoba harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tugas aparat. Keluarga dan masyarakat memiliki peran penting dalam melindungi generasi muda,” ujar Ra Fahmi, begitu ia disapa.
Ia menekankan, penetapan Desa Bersinar perlu diikuti kegiatan berkelanjutan. Deklarasi tidak boleh berhenti sebagai seremoni, tetapi harus diterjemahkan menjadi edukasi, peningkatan kepedulian, dan keterlibatan warga dalam pencegahan.
Ra Fahmi juga mendorong penyampaian pesan antinarkoba melalui pendekatan yang dekat dengan generasi muda, termasuk tulisan dan video pendek. Cara tersebut diharapkan membuat informasi lebih mudah diterima dan dibagikan.
Pemerintah daerah turut membuka ruang kolaborasi dengan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, seperti MUI, Nahdlatul Ulama, GP Ansor, Fatayat, Aisyiyah, dan Muslimat NU.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo Hari Kriswanto mengatakan, program Desa Bersinar diarahkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba hingga tingkat keluarga.
Salah satu langkah yang didorong ialah pembentukan relawan di tingkat desa. Mereka diharapkan membantu meningkatkan kesadaran warga, mengenali potensi persoalan sejak dini, serta memperkuat koordinasi dengan pihak terkait.
Program tersebut melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), BNN Provinsi Jawa Timur, BNNK Sidoarjo, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, dan perangkat daerah.
Keterlibatan berbagai unsur itu diharapkan memperluas jangkauan edukasi serta mendorong masyarakat lebih aktif dalam upaya pencegahan.
Pada akhirnya, keberhasilan Desa Bersinar tidak hanya ditentukan oleh penetapan wilayah atau pembentukan relawan.
Keberlanjutan edukasi, keterlibatan keluarga, dan dukungan masyarakat menjadi bagian penting agar upaya pencegahan benar-benar berjalan di lingkungan desa. (saw)





















