Situs Majapahit Didaftarkan ke Unesco

696
Majapahit mencapai kebesarannya pada masa Mahapatih Gajah Mada. Belum ditemukan bukti sejarah dimana mantan panglima pasukan elit Bhayangkara ini dimakamkan. Sebagian orang mempercayai ia bertapa hingga moksa di air terjun Madakaripura. Patung ini dipahat di pintu masuk air terjun Madakaripura. Foto: G Arif Subagyo

Kraton (wartabromo) – Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan yang dapat menyatukan berbagai keragaman budaya di tanah air dan juga menjadi dasar terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkewajiban menjaga dan melestarikan situs peninggalan Majapahit agar menjadi pelajaran dan kebanggaan bagi bangsa.

Berbagai upaya dilakukan Pemprov Jatim agar situs berukuran 11 x 11 kilometer di Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto terjaga. Salah satunya dengan mendaftarkannya ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco) sebagai salah satu situs sejarah warisan dunia.

“Kalau kita sudah siap akan didaftarkan ke Unesco dan menjadi situs dunia. Proses pendataran sedang berjalan,” kata Gubernur Jatim Soekarwo saat berkunjung ke Ponpes Sidogiri, Desa Sidogiri Kecamatan Kraton, Rabu (23/10/2013).

Saat ini juga tengah dilakukan restorasi 296 bangunan rumah di Desa Bejinjong agar menyerupai bangunan rumah di zaman Majapahit. Biaya restorasi setiap rumah tersebut mencapai Rp 20 juta hingga Rp 25 juta.

“Sekarang sampai pada posisi mensterilkan daerah itu untuk menjadi daerah situs,” jelasnya.

Soekarwo mengharapkan situs Majapahit tidak hanya menjadi pusat informasi sebagaimana yang dilakukan Direktorat Jendral Pariwisata dan Kebudayaan selama ini. Keberadaan situs ini harus mempunyai makna lebih luas lagi bagi generasi muda.

“Pempro akan menjadikan situs tersebut sebagai sarana belajar bagi generasi muda agar mereka tahu kebesaran Kerajaan Majapahit dan bangga atas budaya bangsanya,” pungkasnya. (fyd/fyd)