Juragan Klepon Buah Bocorkan Strategi Bisnisnya (Habis)

1214

klepon buah 1Gempol (wartabromo) – Dibalik kesuksesannya, Reynaldi Angga Pratama Sazali (23), tak hanya mengandalkan rasa unik dari beragam klepon buahnya, dia ternyata memiliki strategi khusus untuk mendongkrak penjualan kleponnya.

Dikatakannya, branding dan packaging sangatlah penting dalam bisnis. Konsumen tak akan bisa mengenal produk yang ditawarkan tanpa branding dan packaging yang menari. Oleh sebab itu, dirinya benar-benar serius dalam membuat logo serta kemasan atau bungkus klepon buah miliknya. Ia sengaja buat sedemikian menarik dan tidak asal-asalan, sehingga pembeli akan tertarik dan senang membeli.

Baca: Remaja Sukses Berbisnis Klepon Buah: Rasa Melon dan Durian Banyak Diburu (2)
Kisah Reynaldi, Remaja Sukses Berbisnis Klepon Buah (1)

Yang kedua adalah strategi pemasaran. Mahasiswa yang kini tengah merampungkan tugas akhir kuliahnya ini mengatakan strategi pemasara sama pentingnya dengan branding dan packaging. Sejak awal dirinya memang sudah membidik konsumennya adalah kalangan anak muda yang selalu penasaran dan tertarik akan hal baru. Oleh karena itu, dia selalu berinovasi membuat beragam varian rasa baru.

Supaya pembelinya tidak bosan dan selalu tertarik untuk terus membeli, dia sengaja tidak mengeluarkan klepon buahnya secara bersamaan. Ia memproduksi klepon menyesuaikan dengan musim buah.

Semisal, pada bulan ini sedang musim buah anggur, maka yang lebih banyak diproduksi adalah klepon rasa anggur. Begitu sebaliknya, misalnya sedang musim buah melon, maka klepon yang dibuat pada saat itu adalah klepon rasa melon. Begitu seterusnya, sehingga konsumen tidak bosan.

Agar para konsumen tahu, klepon rasa apa yang sedang diproduksi dirinya memasang pengumuman di papan blackboard serta di bon nota dengan tulisan “Minggu Depan Available: Anggur”

“Jadi misalnya ada konsumen yang ingin membeli klepon rasa anggur, maka dia harus memesan jauh sebelumny atau harus menunggu hingga minggu depan,” ujar remaja yang akrab disapa Pay ini.

Pay menambahkan, untuk menjaga kualitas sengaja dia memilih bahan-bahan unggulan. Bahkan, agar konsumennya lebih percaya, kleponnya ia daftarkan ke Departemen Kesehatan dengan nomor register DEPKES RI.P-IRT  NO.306351402162.

Dirinya menambahkan, tidak takut bila idenya akan ditiru oleh penjual kelpon yang lain. Sebaliknya, dirinya justru merasa senang bila idenya banyak ditiru. Sebab, menurutnya, itu menandakan masyarakat sudah bisa menerima jika klepon tidak harus berwarna hijau dan berisi gula jawa.

“Baguslah kalau banyak yang meniru. Artinya ide saya sudah bisa diterima masyarakat,” pungkas Pay. (Tabloid WartaBromo)