2016, Tahun Jagung Marning

1886

Ketika MEA berlangsung akan makin banyak orang menderita pusing dan sesak dada akut. Makanya akan sangat menjanjikan jika kita bergerak dalam bisnis pil ekstasi, miras dan macam-macam madat lainnya.

Kedua, di bidang pertanian. Kita negara agraris –kata orang—dengan luas lahan sangat menjanjikan. Meski area persawahan terus digerus oleh pemukiman dan pabrik, kita tidak perlu berkecil hati karena pembalakan liar, pembakaran hutan dan perusakan ekosistem terus digalakkan semua pihak. Kita berdayakan lahan-lahan tersebut dengan menggalakkan penanaman ganja, opium serta tanaman-tanaman mahal lainnya. Pasar sudah jelas, baik di dalam maupun luar negeri.

Ketiga, di bidang “kuliner”. Kisah sukses Mc Donald sebagai pedagang ayam internasional perlu kita adopsi, eh kita contek. Hanya saja, karena ini sudah modern, perlu ada sedikit modifikasi bahan baku. Bukan ayam horn atau ayam kampung yang kita jual, tapi ayam dari jenis-jenis yang banyak disukai orang seperti white-blue chikhen, white-grey chikhen apalagiwhite-red chikhen. Daripada habis dimangsa musang lokal kan lebih dikomersilkan sekalian? Orang Australia doyan benar itu.

Baca Juga :   Wisata Coban Baung Jadi Pilihan Lokasi Pacaran

Terakhir, teringat bagaimana cara kita membayar pesawat Sukhoi dengan berton-ton jagung kutilan, kita mungkin bisa sedikit lega karena pesawat tempur “canggih” itu ternyata semurah gulali. Mungkin saja nanti, sebuah laptop bisa kita barter dengan sepeti kemas pisang goreng atau sekapal tengker jagung marning. (Abdur Rozaq)