Balada Budak (Bawah) Perut

0
184

Nggak ilok, mas. Kalau soal selingkuh malah kaum kita yang lebih ndablek. Kaum Hawa hanya ada di rumah dan menjadi semi pembantu yang kerjanya full time. Pagi nyuci kain, siang angkat kain, sore menyetrika kain dan malam malah buka kain. Mau selingkuh, mana sempat?” meyakinkah sudah kalau Firman Murtadlo adalah aktivis jender, eh, bertakwa kepada istrinya.

”Tadi beritanya berbunyi jumlah tuntutan cerai meningkat karena masalah ketidakcocokan. Kalau istri sudah tidak cocok kepada suami, itu artinya para istri sekarang sudah menerapkan emansipasi sepenuhnya seperti laki-laki. Kalau laki-laki berselingkuh dan mencerai istrinya, perempuan sekarang sudah beremansipasi dengan menuntut cerai dan menikah dengan pria idaman lainnya.” sepi, Firman bungkam beberapa lama.

”Ini semua adalah akibat perut yang maha kuasa!”

”Maksudnya?” semua bertanya hampir serempak.

”Perceraian tadi, juga berbagai penyakit sejarah yang telah, sedang dan akan menimpa kita adalah karena perut telah memperbudak kita. Kenapa para istri ramai-ramai menuntut cerai, salah satu faktornya adalah uang belanja, dan itu artinya masalah perut. Selanjutnya, setelah perut kenyang libido akan memuncak. Maka, diakui atau tidak, perceraian terjadi semata-mata karena perut dan organ di bawah perut.”

(Abdur Rozaq)