Bunuh Tetangga yang Cium Istrinya, Pria Asal Gunung Tugel Lari ke Perangkat Desa

0
675

 

Probolinggo (wartabromo.com) – Busar (42), pelaku pembunuhan terhadap Tayib alias Anwar (52), warga Desa Gunung Tugel, Kecamatan Bantaran, lari dan sembunyi di rumah perangkat desa hingga kemudian tertangkap. Pelaku nekat menghabisi tetangganya itu karena terbakar emosi.

Senin pagi (26/2/2018) sekitar pukul 4.00 WIB atau subuh, Tayib akhirnya diamankan oleh anggota Polsek Bantaran dan tim Buser Polres Probolinggo.

Ia ditangkap di rumah Hasim, perangkat desa setempat, usai menebas Tayib dengan sebilah celurit. Di rumah ini, ia bersembunyi untuk mengamankan diri. Jarak tempat persembunyian itu, sekitar 2 kilometer dari tempat peristiwa pembunuhan yanh dilakukan.

 

“Saya bacok dia karena emosi, melihat istri saya dicium. Ndak, saya ndak mau lari. Saya mau ke Bantaran, tapi takut. Sehingga saya ke pak kampung (perangkat desa, red),” tutur Busar dalam bahasa Madura, kepada penyidik.

Dari pemeriksaan sementara, aksi yang dilakukan oleh Busar itu dilakukan secara spontan. Tak ada niat Busar sebelumnya untuk menghabisi Tayib yang merupakan teman kerjanya itu. “Ndak, clurit itu memang ada di dalam rumah sebagai pegangan saja. Ya begitu saja ketika melihatnya mencium istri,” ujar ayah dua anak ini.

Oleh polisi, pria yang sudah mempunyai cucu itu, dijerat dengan pasal 340 KUHP subs pasal 338 KUHP subs pasal 351 ( 3 ) KUHP. Ia terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. “Pelaku ditangkap hanya berselang sekitar sembilan jam dari kejadian. Pelaku ini terbakar cemburu, sehingga nekat menghabisi korban,” kata Kapolres Probolinggo, AKBP. Fadly Samad.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, Tayib tewas setelah ditebas sebilah celurit oleh Busar. Pasalnya, korban dipergoki tengah mencium B. Yul, istri pelaku, di depan pintu rumah Busar. Tersulut emosi, Busar kemudian mengambil sebilah celurit di dapur. Korban yang lari, tersusul di sebuah sawah tegal yang tak jauh dari rumah pelaku. Begitu mendekati korban, Busar langsung menyabetkan celuritnya.

Sabetan secara membabi buta itu mengenai kepala, leher, punggung, pinggang, tangan, dan kaki korban, setidaknya ada 8 luka. Oleh warga sekitar, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit dan tewas dalam perjalanan. (fng/saw)