Pengerjaan Jembatan Rowo Pandan “Lemot”, Bupati Lumajang Ancam Putus Kontrak

0
714

Lumajang (wartabromo.com) – Proyek pembangunan jembatan Rowo Pandan di Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang masih mencapai 54%. Bupati Lumajang marah karena pengerjaan jauh terlambat dari jadwal.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengatakan, seharusnya proyek dengan nilai Rp 8,6 Miliar ini selesai hari ini (19/12/2018). Namun, pelaksana proyek yakni PT Kendiva Pratama dari Jember belum juga menyelesaikan proyek. Kondisi cuaca hingga kesulitan cash flow, disebut jadi dalih pelaksana.

“Saya nggak habis pikir dengan alasan cuaca dan kondisi genangan air dari pihak kontraktor yang ndak masuk akal tentang keterlambatan proyek yang nilainya Rp 8,6 milyar ini dari APBD 2018. Karena waktu proses pekerjaan jembatan ini mulai Maret hingga Desember, sangat panjang waktunya,” tulis Cak Thoriq dalam akun facebooknya.

Suami dari Musfarina Nuryatin ini juga menyebut Unit Layanan Pengadaan (ULP) “sembrono” dalam memilih pelaksana proyek. ULP tidak betul-betul mengkroscek profil yang diajukan oleh PT Kendiva Pratama.

“Jare samian penggarap ngunu iku pengalaman? Gak samian cek, nek omong kabeh uwong iso,” hardik Thoriq ke salah satu pegawai ULP.

Sementara itu, Konsultan proyek mengaku pengerjaan terlambat karena kesulitan, setelah alat yang dimiliki tidak bisa menangani semburan air.

“Dari bawah ini nyumber, airnya banyak. Pompa kita kalah kenceng sama semburan,” ujar Rahmad, Konsultan Proyek.

Bupati Lumajang akhirnya memberikan tenggang waktu selama 50 hari untuk penyelesaian proyek ini. Proyek harus selesai pada awal Pebruari. Jika tidak, akan ada pemutusan kontrak pada proyek tersebut. (may/ono)