Koran Online 26 Des : Cerita Keluarga Korban Tsunami asal Beji, hingga Mengintip Dua Gereja Bersejarah di Kota Pasuruan

856
Upaya evakuasi korban tsunami di salah satu pantai di Pandeglang, Provinsi Banten. (Foto: BNPB)

Beragam peristiwa kami sajikan pada 25 Desember 2018 melalui laman media online wartabromo. Ragam berita menarik kini kami rangkum untuk kembali anda baca dalam koran online edisi Rabu (26/12/2018). Mulai Cerita Keluarga Korban Tsunami asal Beji, hingga Mengintip Dua Gereja Bersejarah di Kota Pasuruan :

  1. Tak ada Angin, Pohon Depan Kantor Camat Kejayan Tumbang

Kejayan (wartabromo.com) – Sebuah pohon tumbang tepat di depan kantor Camat Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (25/12/2018). Tak ada korban dalam peristiwa ini, meski pohon nyaris menimpa sebuah kendaraan.

Pohon tumbang itu terjadi ketika sebagian wilayah Kecamatan Kejayan dilanda hujan deras, siang menjelang sore tadi. Simak Selengkapnya.

  1. Cerita Keluarga Korban Tsunami asal Beji, Selamat dari Maut di Tanjung Lesung
Screenshot video kondisi pasca tsunami di Banten. (Sumber gambar: Twitter@sutopo_PN)

TSUNAMI yang terjadi di Selat Sunda Banten, menelan banyak korban jiwa. Salah satunya, Ninil Ukhita Anggra Wardani, warga asal Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

Asyari, ayah kandung korban bercerita tentang pengalaman anak, menantu beserta kedua cucunya saat itu. Mewakili Ahmad Diyak Kaukabi, menantu sekaligus suami Ninil yang belum bisa bicara banyak karena masih syok ditambah juga Ia mendapatkan beberapa luka di tubuhnya. Simak Selengkapnya.

  1. Terungkap, Truk Angkut Batu Beri Kompensasi Lintasi Jalan di Penataan
Warga Penataan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, bentangkan sejumlah tulisan bernada protes soal jalan rusak akibat aktivitas truk tambang batu, Senin (24/12/2018).

Winongan (wartabromo.com) – Warga Desa Penataan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, protes dan menuding aktivitas truk tambang batu telah merusak jalan. Terungkap, truk angkut batu telah sediakan dana kompensasi jalan, yang tak diketahui warga sebelumnya.

Dana kompensasi jalan tersebut mengemuka dalam musyawarah warga, yang sebelumnya menggelar aksi blokade, bersama perwakilan tambang batu, sekaligus juga pihak desa, Senin (24/12/2018). Simak Selengkapnya.

  1. Berkunjung Ke Kampung Lukis Manaruwi

TEMBOK-TEMBOK rumah yang tak biasa tersuguh saat memasuki Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Paving-paving di gang pun dibuat penuh warna. Siapapun yang melintas di sana, serasa mengunjungi sebuah galeri seni lukis.

Tak ada kanvas, tembokpun jadi. Mungkin hal itulah yang dilakukan beberapa warga, khususnya para anak muda Desa Manaruwi. Mereka memang memiliki antusiasme yang tinggi terhadap karya seni lukis. Tak ayal, tembok-tembok rumah merekalah yang jadi sasaran. Simak Selengkapnya.

  1. Mengintip Dua Gereja Bersejarah di Kota Pasuruan
Salah satu ruangan Gereja Katolik St. Antonijs Pandova, Kota Pasuruan. Bangunan gereja peninggalan Pemerintah Hindia Belanda ini, masih kokoh berdiri.

BERLOKASI di Jalan Cemara, Kelurahan Kandangsapi, Kota Pasuruan, berdekatan dengan terminal lama, Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) PNIEL berdiri.

Bangunan gereja masih kokoh, merupakan peninggalan Pemerintah Hindia Belanda, diresmikan pada 15 November 1829 dengan nama De Protestanse Kerk te Pasoeroan.

Tampak dari Halaman depan, rimbun dengan taman dan aneka pepohonan, bangunan utama gereja yang dibangun di atas lahan seluas 1.916 m² ini didominasi warna putih dan coklat muda. Simak Selengkapnya.