Menteri Jonan Resmikan Jargas Bumi Kota Pasuruan

0
570
Seorang warga Kelurahan Kebonsari, Kota Pasuruan, tunjukkan meter gas bumi di rumahnya.

Pasuruan (wartabromo.com) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, resmikan jaringan gas (jargas) bumi, di Kota Pasuruan, Selasa (8/1/2019). Sebanyak 6.314 Rumah Tangga Kecil (RTK) dinyatakan bakal menikmati gas bumi, untuk menekan penggunaan elpiji hingga lebih hemat.

Pembangunan jaringan gas bumi, salah satu program prioritas nasional, untuk diversifikasi energi, pengurangan subsidi, penyediaan energi bersih dan murah.

Hal lain, gas bumi sengaja dimanfaatkan untuk mengurangi penggunaan minyak bumi, sehingga berdampak langsung terhadap besaran subsidi. Dengan semangat itu, pemerintah daerah kemudian dipacu turut mewujudkan kota dengan gas bumi

Itulah kemudian, Pemerintah Kota Pasuruan, membangun jaringan gas bumi ke 6.314 RTK. Dari data media ini, 6.314 jaringan dipasang di 8 kelurahan wilayah Kota Pasuruan. Diantaranya 290 RTK di Kelurahan Bangilan; 1.490 RTK di Kelurahan Karanganyar; 1.301 RTK di Kelurahan Kebonsari; 118 RTK di Kelurahan Trajeng.

Selanjutnya ada 489 RTK di Kelurahan Gadingrejo; 673 RTK di Kelurahan Gentong; 1.749 RTK di Kelurahan Purworejo dan 204 RTK di Kelurahan Kebonagung.

Hanya saja, pihak Pemerintah Kota Pasuruan, menyebutkan bila jumlah RTK yang disasar tersebut terbilang masih perlu ditambah, sehingga harus segera dipenuhi.

Namun demikian, belum ada kejelasan perihal upaya terdekat berupa sosialisasi kepada warga penerima, berkenaan dengan aspek tata cara yang aman dalam penggunaan gas bumi ini.

Penyebutan penghematan berulang terdengar dalam prosesi peresmian. Beberapa waktu lalu, WartaBromo sempat mencatat sebuah pernyataan perbandingan menggunakan gas elpiji dengan gas bumi, berkisar antara 25-30%. Bahkan gas bumi diungkapkan lebih aman dibandingkan dengan tabung elpiji yang digunakan selama ini.

Tekanan gas pada pipa lebih rendah, dengan ukuran elpiji sebesar 8 bar berbading gas, yang hanya 2 bar. Belum lagi jika ada kebocoran, gas bumi langsung menguap ke udara sehingga dapat menghindari risiko yang lebih berbahaya.

Sementara itu, menjawab permintaan tambahan kuota jargas, Jonan berjanji bakal memberikan tambahan, secara bertahap dalam jangka 5 tahun ke depan. Jonan kemudian meminta Plt Walikota Pasuruan, Raharto Teno Parsetyo, menyusulkan nama-nama warga yang masih belum mendapatkan jaringan gas bumi. “Memang Pak Plt Wali Kota mengatakan, bahwa jumlahnya masih kurang. Secepatnya akan kita proses,” ujar Jonan.

Yang utama terkait jargas kali ini diungkapkan untuk kalangan nelayan, di pesisir Utara Kota Pasuruan. Pasalnya, sekitar 1.200 nelayan belum mendapatkannya, hingga kemudian Kementerian ESDM bakal memenuhi hingga tahun 2021.

Sekedar diketahui, seremoni peresmian jargas bumi digelar di halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah, Kelurahan Kebonsari, Kota Pasuruan. Pengasuh Ponpes Salafiyah, KH Idris Hamid hadir, hingga Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pasuruan, selain sejumlah pimpinan di Kementerian ESDM, diantaranya Direktur Perencanaan Jargas Bumi, Alimuddin Baso. (ono/ono)