Berikut Rangkaian Penyebaran HOAX Perampokan BCA Pandaan

1078

Bangil (wartabromo.com) – Empat pelaku penyebaran kabar bohong/hoax perampokan Bank BCA Cabang Pandaan telah ditetapkan polisi sebagai tersangka. Masing-masing saling sokong sebarkan hoax di media sosial, hingga dianggap meresahkan.

“Empat orang penyebar berita hoax ini, memiliki peran masing-masing,” ungkap Kasatreskrim AKP Dewa Putu Prima, mewakili AKBP Rizal Martomo, Kapolres Pasuruan, Jumat (11/1/2019).

Penyebaran informasi bohong itu, terekam dalam unggahan video maupun foto di WhatsApp grup hingga Facebook, beberapa jam setelah peristiwa pintu kaca BCA Cabang Pandaan pecah, Rabu (9/1/2019) lalu.

Sekitar pukul 19.00 WIB, Didik Supriyanto (29), warga Kalianyar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan ini mengirimkan berita bohong mengenai peristiwa perampokan Bank BCA Pandaan kepada Eko Prasetyo (29), warga Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Kemudian oleh Eko, informasi “perampokan bank” ini diunggahnya ke laman Facebook, Grup Info Lalu Lintas dan Kriminal Pasuruan (ILKP), sekitar pukul 20.30 WIB.

“Unggahan tersebut kemudian membuat geger dan resahkan warga,” imbuhnya.

Hal yang sama juga dilakukan Abdul Makruf (42), warga Dusun Bangle, Kelurahan Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Makruf juga mengirimkannya melalui Whatsapp kepada Abdul Rosid (36) yang merupakan warga Dusun Lembena, Desa Kamondung, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang.

Lalu Rosid mengunggah hoax perampokan bank tersebut ke akun facebooknya, esok harinya sekitar pukul 06.00 WIB, Kamis (10/1/2019).

Untuk mendalami kasus ini, polisi juga menyita barang bukti berupa telepon seluler milik masing-masing tersangka penyebar hoax. Di antaranya HP Advan S5e milik Mohammad Didik Supriyanto, Hp oppo a37 milik Eko Prasetyo, HP oppo F1s milik Abdul Makruf dan HP samsung galaxy J2 prime milik Abdul Rosid.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada hari Rabu, (9/1/2019) sekitar pukul 18.00 WIB terjadi pintu kaca milik Bank BCA Pandaan pecah. Peristiwa itu kemudian di tersebar sebagai aksi perampokan bersenjata api sehingga membuat masyarakat pasuruan menjadi takut dan resah. Nyatanya, peristiwa yang membuat heboh itu hanya merupakan faktor perubahan suhu sehingga kaca tersebut pecah secara tiba-tiba. (ptr/ono)