Sensasi Rafting di Sungai Welang

872
Gathering 7 tahun wartabromo.
Sungai Welang yang terkenal lantaran seringkali mengirimkan banjir di berbagai kawasan Pasuruan Raya ini, ternyata cukup asyik untuk diarungi. Di sini, pengunjung bisa menikmati olahraga yang memacu adrenalin seperti rafting.

Laporan: Ardiana Putri

PASURUAN ternyata memiliki sungai besar yang menarik untuk diarungi. Salah satunya, sungai Welang yang letaknya di Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Sungai Welang yang terkenal lantaran seringkali mengirimkan banjir di berbagai kawasan Pasuruan Raya ini, ternyata cukup asyik untuk diarungi. Di sini, pengunjung bisa menikmati olahraga yang memacu adrenalin seperti rafting.

Menariknya lagi, rafting sungai Welang Kertosari ini merupakan satu-satunya spot untuk berwisata arung jeram di Pasuruan.

Alasan itulah yang membuat keluarga besar Wartabromo terpacu untuk menjajal serunya rafting di sungai Welang ini.

“Pertama kali main rafting, jadi wajib dicoba,” ungkap Aji Santoso, salah satu pengunjung.

Sekitar 30 peserta tiba di Randuwana, Desa Wisata Kertosari pukul 08.00 WIB. Setelahnya, peserta mendapat arahan dari pemandu setempat. Sebelum menjajal rafting, kami disuguhkan berbagai permainan dan juga out bond yang membuat suasana menjadi makin menggembirakan sekaligus meregangkan otot-otot yang tegang.

 

Pukul 11.00 WIB, sampailah pada waktu yang ditunggu-tunggu. Ya, rafting akhirnya dimulai. Tim Wartabromo diantar dengan 2 mobil bak terbuka untuk menuju ke lokasi rafting. Lantaran mobil tak dapat mengantar hingga ke lokasi, kami pun harus rela berjalan kaki sekitar 15 menit. Tanah yang licin akibat guyuran hujan semalaman, membuat kami semua harus ekstra hati-hati.

Terlihat akhirnya, sungai yang airnya tak terlalu jernih dengan bebatuan disekitarnya. Ini karena musim penghujan, air keruh. Permukaannya pun cenderung tenang namun tampak dikejauhan terlihat jeram yang cukup menantang.

Rafting pun dimulai. Tentunya kami telah siap dengan pelampung dan helm untuk pengaman.

“Jeram-jeram di sungai ini cukup menantang, saling sambung-menyambung, jadi harus turuti aba-aba dari kami,” ujar pemandu rafting sembari meniup peluit tanda dimulainya olahraga air ini.

Crew Wartabromo saat rafting di Sungai Welang. Sabtu (2/2/2019). Foto : Yantonius

Pada 200 meter pertama, air sungai masih terasa tenang. Namun setelah itu, perahu kami disambut dengan jeram pertama yang cukup membuat terombang-ambing hingga terbalik.

Sepanjang perjalanan rafting, mata kami juga dimanjakan dengan tebing-tebing yang cukup eksotis. Namun tak sedikit pula sampah-sampah di pinggir sungai. Sayang sekali, tumpukan sampah ini mengganggu pemandangan kami.

Di pertengahan jalur, kami mencoba tantangan melompat dari batu besar. Plung, sensasi melompat dari ketinggian 5 meter memang terasa cukup menakutkan, namun membuat ketagihan.

Tak terasa jalur sepanjang lima kilometer pun telah dilalui wisatawan selama hampir 2 jam. Anak-anak hingga peserta yang sudah dewasa terlihat begitu asyik dan gembira walaupun sempat diwarnai dengan hujan yang mengguyur badan. Namun tak perlu khawatir, karena kondisi tetap aman meski hujan rintik-rintik iringi perjalanan Wartabromo. (*)